BOJONEGORO - Kegiatan Sapa Bupati edisi keenam kembali digelar di Pendopo Malowopati, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis siang. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kegiatan dihadiri langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat.
Melalui forum Sapa Bupati, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, maupun keresahan secara langsung kepada pemerintah kabupaten. Berbagai persoalan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan bersama antara masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya terkait rencana penataan kawasan perkotaan di Kabupaten Bojonegoro.
Sejumlah program penataan kawasan kota yang disampaikan antara lain pembangunan Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, penataan Alun-Alun Bojonegoro, Taman Rajekwesi, serta rehabilitasi menara Masjid Agung Darussalam.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, kegiatan Sapa Bupati merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membangun komunikasi secara terbuka dengan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat penting dilakukan agar kebijakan dan program pemerintah dapat disusun sesuai kebutuhan serta keinginan warga. Forum tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana untuk menjawab berbagai keresahan yang muncul di tengah masyarakat.
Selain penataan kawasan perkotaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus memberikan perhatian terhadap sejumlah sektor prioritas.
Di antaranya bidang kesehatan, sektor pertanian, serta peningkatan kemandirian ekonomi berbasis keluarga.
Melalui forum Sapa Bupati, Pemkab Bojonegoro berharap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat didengar secara langsung dan dicarikan solusi bersama.
Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan menyentuh berbagai persoalan yang dirasakan warga. (edo/im)

