Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 03 September 2026, 15:59 WIB
Last Updated 2026-09-03T08:59:51Z
KekeringanTubanViewerViral

Sambut HUT ke-28, IJTI Pantura Raya Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tuban


TUBAN - Aksi sosial nyata ditunjukkan para jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya. Menyambut Hari Jadi ke-28, IJTI Pantura Raya menggelar aksi tanggap bencana kekeringan di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Kamis siang.

Bekerja sama dengan Kodim 0811 Tuban, Pemerintah Kabupaten Tuban, Polresta Tuban, dan Perumda Air Minum Tirta Lestari, sebanyak 30 ribu liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan ekstrem.

Sebanyak enam truk tangki air bersih diberangkatkan dari Makodim 0811 Tuban untuk menembus sejumlah wilayah yang terdampak musim kemarau.

Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan warga,” ujar Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo.

Bantuan dipusatkan di Desa Grabagan dan Desa Gesikan. Kedua wilayah tersebut menjadi salah satu kantong kekeringan yang cukup parah selama musim kemarau.

Dengan pengawalan personel TNI dan Polri, distribusi air bersih langsung dilakukan hingga ke dusun-dusun yang membutuhkan. Armada tangki air dikerahkan secara bergantian agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

Ketua IJTI Korda Pantura Raya, Moh. Mahrus, mengatakan aksi dropping air bersih tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati Hari Jadi ke-28 IJTI.

Kedatangan armada tangki air bersih disambut antusias warga. Satu per satu warga datang membawa galon dan jeriken. Mereka bahkan rela mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih secara gratis.

Air yang diterima kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari mengisi bak kamar mandi hingga wadah penampungan air keluarga.

Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan tersebut sangat berarti. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, air juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak.

Warga mengaku bantuan air bersih dapat meringankan beban di tengah mahalnya harga air tangki yang harus mereka beli secara mandiri. Harga air tangki swasta disebut mencapai Rp160 ribu sekali kirim.

“Bantuan air ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan ternak. Kalau membeli air tangki sendiri, harganya cukup mahal,” ujar Jumiatin, salah seorang warga terdampak kekeringan.

Aksi sosial dropping air bersih ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-28 IJTI. Selain kegiatan kemanusiaan, rangkaian peringatan juga diisi dengan lomba presenter serta talkshow jurnalistik bertajuk “Beyond Journalism” yang menyasar kalangan pelajar.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-28 IJTI rencananya akan dipusatkan di Pendopo Lamongan pada 7 September 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IJTI Pantura Raya tidak hanya memperingati hari jadi organisasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial sekaligus mendorong peningkatan literasi jurnalistik di kalangan generasi muda. (dzik/im)