Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 22 April 2021, 15:15 WIB
Last Updated 2021-04-22T09:01:37Z
Pojok PituViewerViral

Pesantren Tebuireng Tuntut Kemendikbud Tarik Dan Revisi Buku Kamus Sejarah


JOMBANG - Pernyataan sikap pesantren tebuireng terhadap hilangnya nama kh hasyim asy'ari dari kamus sejarah indonesia, dibacakan langsung kh abdul hakim mahfudz, pengasuh pondok pesantren tebuireng. Pembacaan pernyataan disaksikan mudir pondok pesantren tebuireng, kh lukman hakim.

Pernyataan sikap terdiri dari lima butir dengan mukaddimah, kamus sejarah indonesia tidak dapat digunakan sebagai pedoman sejarah di indonesia. Diantara lima butir pernyataan sikap, pesantren tebuireng menyatakan, naskah kamus sejarah indonesia  sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar indonesia. Karena banyak berisi materi dan framing sejarah yang secara terstruktural dan sitematis telah menghilangkan peran nahdlatul ulama terutama peran kh hasyim asy'ari.
 
Pesantren tebuireng juga menyatakan kamus sejarah indonesia tersebut tudak sesuai dengan kenyataan sejarah dan mengunggulkan organisasi tertentu dan mendiskreditkan organiasi lain .   Sehingga pondok pesantren tebuireng menuntut kemdikbud untuk menarik kembali naskah yang tidak mencantumkan nama kh hasyim asy'ari tersebut serta meminta maaf kepada seluruh bangsa indonesia atas kecerobohan dan kelalaiannya dalam penulisan kamus sejarah.

Ditambahkan cicit dari kh hasyim asy'ari ini,  pernyatan sikap ini telah dikirimkan kepada banyak pihak termasuk pemerintah. Selain itu keluarga besar pesantren tebuireng juga telah mengutus salah satu dari keluarga besar kh hasyim asy'ari untuk bertemu dirjen sejarah kemdikbud.