Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, April 23, 2021, 15:36 WIB
Last Updated 2021-04-23T09:25:34Z
Pojok PituViewerViral

Tikus Merajalela, Warga Berburu Tikus Dengan Senapan Angin


NGAWI - Hama tikus masih menjadi momok bagi petani di kabupaten ngawi pada musim tanam kedua ini. Berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan untuk menekan serangan hama pengerat tersebut. Mulai dari gropyokan dengan emposan, pemberian racun, serta yang terbaru dengan langkah berburu menggunakan senapan angin.

Puluhan warga di desa pleset kecamatan pangkur ngawi saat malam hari memadati area persawahan setempat. Dengan membawa senapan yang dilengkapi dengan sinar laser akan lebih mudah untuk menembak sasaran dengan target hama tikus. Langkah ini juga di awasai langsung dengan petugas keamanan, dan pemerintahan desa agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dengan membawa senapan angin dan lampu senter yang ada di kepala, warga mulai memasuku area pematang sawah untuk melihat pergerakan tikus. Jika sudah ditemukan, maka langsung mengarahkan moncong senapan angin yang dilengkapi sinar laser ke arah hama tikus. Hal ini akan lebih memudahkan warga untuk menembak sasaran.

Salah satu warga, purwoto mengaku kegiatan berburu hama tikus ini telah dilakukan beberapa hari terakhir. Para warga yang ikut berburu tikus ini dari berbagai profesi pekerjaan. Mereka ikut berburu karena prihatin dengan serangan hama tikus yang sulit dikendalikan.

Hal yang sama disampikan kepala desa pleset, kecamatan pangkur, siti nurkholis, pihaknya mendukung upaya warga yang dalam menangggulangi hama tikus dengan senapan angin. Terlebih memang mayoritas warga sekitar memiliki lahan pertanian.

Selain dengan menggunakan senapan pihaknya dengan tegas melarang petani menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena akan sangatmembahayakan baik bagi orang lain maupun petani itu sendiri.  Disamping itu dari pemkab ngawi juga telah memberikan edaran pada pemerintahan desa terkait larangan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik.

Seperti diketahui, hingga bulan ini pada masa tanam kedua sedikitnya sudah ada 3 petani di kabupaten ngawi yang meninggal akibat tersengat listrik jebakan tikus. Pemerintah daerah dan kepolisian juga terus melakukan penertiban terhadap keberadaan jebakan tikus beraliran listrik kerena sangat membahayakan.