Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, July 8, 2022, 17:27 WIB
Last Updated 2022-07-08T10:27:45Z
BojonegoroViewerViral

Ratusan Hektar Tembakau di Bojonegoro Rusak Terendam Banjir


BOJONEGORO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro dalam dua hari terakhir, mengakibatkan ratusan hektar tanaman tembakau di Kabupaten setempat rusak terendam banjir. Para petani rugi jutaan rupiah. Sebab, tembakau yang baru berumur rata-rata satu bulan, kini langsung layu dan terancam mati. 


Ratusan hektar tembakau yang terendam air ini. Diantaranya berada di wilayah Desa Bungur dan Simorejo Kecamatan Kanor, serta di Desa Sembunglor, Mantup, dan Drajat di wilayah Kecamatan Boerno, Kabupaten Bojonegoro.  


Lebih dari 400 hektar tanaman tembakau yang baru berumur rata-rata satu bulan, langsung rusak terendam air. Bahkan, sebagian besar tanaman yang awalnya tumbuh normal, mendadak layu hingga terancam mati.


Kondisi ini membuat petani setempat meradang. Tembakau yang di budidayakan dengan kerja keras sejak sebulan lalu, tiba-tiba rusak dan sulit untuk diselamatkan.


Mukayat, salah satu petani tembakau setempat menuturkan, hujan deras membuat banyak tanaman tembakau, langsung layu akibat terendam air. Ia pun mengaku harus menderita kerugian yang sangat besar. Lantaran, terlanjur mengeluarkan banyak modal dan biaya. 


“Proses perawatan mulai dari masa pembibitan, penanaman, hingga pemupukan butuh banyak modal mas. Ini membuat saya rugi jutaan rupiah.” Keluh Mukayat.


Sementara untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar. Sejumlah petani berusaha menguras genangan air di sawah, menggunakan pipa plastik, untuk dialirkan ke sungai. 


“Upaya ini diharapkan masih dapat menyelamatkan tanaman yang tersisa, sehingga tak sampai membuat petani benar-benar gagal panen.” Harap Mukayat.


Para petani tembakau setempat berharap, curah hujan tinggi yang melanda wilayah Bojonegoro dalam dua hari ini segera reda dan kembali normal. Hal ini mengingat tembakau adalah tanaman kering yang tak banyak membutuhkan air. Sehingga, jika cuaca buruk ini terus berlanjut, maka hampir dipastikan petani tembakau akan mengalami gagal panen. (lim/rok)