Iklan

Sketsa Bengawan
Thursday, August 11, 2022, 16:11 WIB
Last Updated 2022-08-11T09:11:05Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Sopir Keluhkan Kelangkaan Solar di Sepanjang Jalur Pantura


TUBAN - Sopir angkutan umum dan angkutan berat, mengeluhkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sepanjang Jalur Nasional Pantura Kabupaten Tuban, pada Kamis (11/08/2022). Kondisi ini membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih mempunyai stok solar, langsung diserbu para pembeli.

Salah satunya seperti yang terlihat SPBU di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Antrian panjang kendaraan angkutan umum dan angkutan berat mengular hingga keluar SPBU yang ada di tepi jalur pantura ini.

Menurut para sopir yang antre di SPBU setempat, kelangkaan solar ini terjadi sejak tiga pekan terakhir. BBM jenis solar dan pertalite kerap menghilang di sejumlah SPBU.

“Otomatis karena langka, SPBU yang masih memiliki stok langsung diserbu para sopir hingga antri seperti ini mas,” jelas Jianto Sopir dump truk.

Kondisi ini sangat meresahkan pengemudi transportasi umum serta angkutan berat. Mereka harus keluar masuk SPBU untuk mencari bahan bakar solar sepanjang perjalanan. Akibatnya, perjalanan mereka terganggu.

“Perjalanan jadi terganggu karena nyari solar sulit, belum lagi antrenya mas,” Timpal Jinanto.

Bahkan para sopir mengaku sudah mencari solar di lima SPBU di sepanjang Jalur Pantura. Namun, baru dapat solar di SPBU yang keenam.

“Ini tadi mulai dari Lamongan nyari solar nggak ada mas. Sudah lima SPBU, baru dapat disini ini,” Keluh Abdul Hamid, sopir truk lain.

Sementara itu, SPBU lain di tepi jalur pantura kondisinya sepi. Tak ada satupun petugas melakukan pelayanan maupun pengisian bahan bakar minyak terhadap kendaraan bermotor. Bahkan mesin bbm jenis solar serta pertalite, dimatikan. Ini terjadi akibat mereka kehabisan stok BBM.

Kelangkaan BBM ini juga membuat angkutan berat seperti trailer, tronton, serta truk box, parkir di area spbu. Mereka terpaksa menginap untuk menunggu pasokan solar datang. Sebab, bahan bakar yang dimiliki telah menipis, dan rawan habis di tengah perjalanan. (dzi/rok)