Iklan

Sketsa Bengawan
Monday, October 24, 2022, 16:48 WIB
Last Updated 2022-10-24T09:48:15Z
BojonegoroHukum | PeristiwaViewerViral

Debit Air Bengawan Solo Bojonegoro Naik, Warga Diminta Waspada Banjir


BOJONEGORO - Tingginya curah hujan dalam tiga hari terahir, membuat debit air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro meningkat tajam. Dari pantauan di Taman Bengawan Solo Bojonegoro, Senin (24/10/2022), terlihat di tiang alat ukur ketinggian air sungai bengawan solo telah menyentuh angka 13.53 meter di atas permukaan laut.

Ini menunjukkan bahwa debit air bengawan solo sudah masuk pada level siaga 2 atau siaga kuning, dan menuju merah bencana banjir. Meski debit ait Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan, jasa perahu penyebrangan tradisional masih terlihat beroperasi ditengah derasnya arus sungai.

Kabupaten Bojonegoro sendiri, saat ini tengah mengalami fenomena hidroteorologi basah, yang mana bisa memicu hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat disertai angin kencang.

Petugas pembaca tinggi muka air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS)m Budi Susanto  mengatakan, sampai saat ini, kondisi debit air di Sungai Bengawan Solo menyentuh angka 13.53 centimeter di atas permukaan laut, atau siaga kuning. Dari pantauannya di lokasi, per 1 jam debit air mengalami kenaikan mencapai 5 sampai 6 centimeter.

“kondisi debit air di Sungai Bengawan Solo menyentuh angka 13.53 centimeter di atas permukaan laut atau siaga kuning dan per 1 jam mengalami kenaikan hingga 6 centimeter,” jelasnya Budi Susanto saat ditemui JTV.

Petugas pembaca tinggi muka air BBWSBS ini memperkirakan, dalam beberapa jam kedepan debit air Sungai Bengawan Solo akan terus mengalami kenaikan. Bagi warga yang bermukim di bantaran sungai bengawan solo, diminta tetap waspada mengantisipasi terjadinya banjir.

“Kami himbau kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk waspada akan datangnya banjir,” ungkap Budi.

Sementara itu, di kawasan Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, air mulai meluap dan membanjiri pekarangan warga. Bahkan, wisata pasar sor greng pun, saat ini sudah terendam air.

“Tiap hari hujan terus mas, sampai sungai meluap dan masuk pekarangan rumah,” ujar Dwi Purwanti, warga Ledok Wetan. (edo/rok)