Iklan

Sketsa Bengawan
Friday, October 14, 2022, 16:54 WIB
Last Updated 2022-10-14T09:54:40Z
BojonegoroPotensi DaerahViewerViral

Ratusan IRT di Bojonegoro Rasakan Manfaat Program Rajut EMCL


BOJONEGORO - Ratusan ibu rumah tangga (IRT) di sekitar wilayah operasi Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mampu meraup penghasilan jutaan rupiah setiap bulannya dari hasil merajut.

Keahlian merajut tersebut diperoleh dari keikutsertaannya dalam program pemberdayaan masyarakat (PPM), yang digagas oleh EMCL dalam akronim prima atau perempuan indonesia merajut.

Koordinator Prima Kecamatan Gayam, Siti Nurul Hidayati menuturkan, program prima tersebut dianggap sangat membantu perekonomian para peserta, terutama kebutuhan sehari-hari dari anggota aktif di kelompoknya menjadi tercukupi. Keberhasilan ini juga EMCL, keran membantu para peserta dengan membekali keterampilan teknis merajut serta membantu memasarkan produk yang dihasilkan.

“Keberhasilan ini juga berkat keberadaan EMCL yang disebut membantu para peserta tak dengan membekali keterampilan teknis merajut saja, namun juga dalam soal pemasaran produk yang dihasilkan,” jelas Siti Nurul Hidayati kepada JTV Bojonegoro, Jumat (14/10/2022).

Sementara itu, Community Relation EMCL, Hasti Asih menuturkan, orderan rajut kepada para peserta program prima masih terus berlangsung hingga hari ini. PPM prima ini memang bertujuan agar masyarakat mendapat tambahan penghasilan.

Hasti Asih menambahkan, rajut dipilih karena melihat kebutuhan pasar terhadap produk rajut yang terus meningkat dan berkembang, serta memiliki pasar yang berkelanjutan. Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro terpilih sebagai uji coba pada awalnya. Namun, karena terbukti meningkatkan penghasilan ibu rumah tangga, kini peserta program berkembang hingga kecamatan Kalitidu dan Trucuk.

“Bahkan saat ini dikembangkan di Wilayah Kabupaten Tuban,” ungkap Community Relation EMCL.

Lebih lanjut, Hasti Asih mengungkapkan, hingga sampai saat ini total lebih dari 26.000 panel rajutan telah diproduksi. Mulai tas, topi, dan sebagainya.

“Sedangkan penghasilan total telah mencapai Rp 693 juta,” ungkap Hasti Asih.

Tak tanggung-tanggung berkat kesuksesan program ini, EMCL berhasil menyabet empat gelar platinum di ajang Indonesia Sustainable Development Award 2021. (im/rok)