Iklan

Friday, November 4, 2022, 16:43 WIB
Last Updated 2022-11-04T09:43:29Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Apel Gelar Pasukan, BPBD Bojonegoro Siapkan 4 Posko Kebencanaan


BOJONEGORO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (04/11/2022) menggelar apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana tahun 2022, di Alun-alun Bojonegoro. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah. 

Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, Camat se Kabupaten Bojonegoro, serta diikuti sekitar 509 pasukan gabungan, yang terdiri dari Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, Pramuka, serta tim sar relawan kebencanaan lainnya. 

Apel gelar pasukan kesiapsiagaan penanggulangan bencana tahun 2022 dilaksanakan, mengingat Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu wilayah terdampak hidrometeorologi basah. Artinya, potensi kebencaan bisa meningkat, akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. 

Oleh karena itu, BPBD setempat juga menggandeng stake holder yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, baik dari TNI, Polri, Pemkab, Potensi SAR, untuk kesiapsiagaan dalam rangka penanggulangan kebencanaan di wilayah Bojonegoro. 

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto menjelaskan, sebagai bentuk kesiapan untuk mengantisipasi adanya bencana, BPBD Bojonegoro mendirikan 4 posko. Yakni posko induk di BPBD Bojonegoro, posko bantu ditempatkan di wilayah barat Kecamatan Padangan, di wilayah timur Kecamatan Baureno, serta di wilayah selatan di Kedungaden atau Temayang. 

“Nantinya juga dibentuk tim terpadu, yang terdiri dari TNI, Polri, Brimob, potensi SAR di Bojonegoro, Bpbd, Damkar, Dishub, maupun dari dinas lingkungan hidup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya fenomena hiderometerologi basah, banjir, tanah longsor hingga bencana migas,” ungkap Kalaksa BPBD Bojonegoro kepada JTV.

Lebih lanjut, BPBD Bojonegoro menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Adanya fenomena cuaca hiderometerologi basah, berpotensi menyebabkan bencana banjir bandang, banjir luapan air bengawan solo, pohon tumbang, dan kewaspadaan kebencanaan industri gas. (edo/rok)