Iklan

Sketsa Bengawan
Tuesday, November 8, 2022, 16:29 WIB
Last Updated 2022-11-08T09:29:40Z
JombangPojok PituViewerViralWisata | Kuliner

Menikmati Mie Pakis Bercampur Cumi di Lereng Gunung Anjasmoro


JOMBANG - Memanfaatkan potensi tanaman di Lereng Gunung Anjasmoro Wonosalam Kabupaten Jombang, seorang penjual mie menciptakan menu baru. Menu bernama mie pakis ini ternyata banyak peminatnya.

Menu unik ini dijual warung ijo yang berlokasi di Jalan Raya Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Sejak membuka menu baru warung ini terus ramai dikunjungi pelanggannya. Masakan mie bercampur pakis dan cumi, menjadi menu andalan warung yang berada dilereng gunung anjasmoro.

Pembuatan mie pakis tidak berbeda dengan mie sayur sawi. Pertama, pakis yang dipajang sangat mencolok di lapak dirajang dalam bentuk potongan kecil layaknya sayuran sawi untuk campuran mie pangsit. Kemudian cumi sebagai campuran mie disiapkan sebagai penambah rasa lebih sedap. Saat mie direbus, disiapkan bumbu-bumbu layaknya masakan mie.

Setelah bumbu masak, pakis dicampurkan dengan mie yang telah masak. Mie, bumbu dan pakis dijadikan satu hingga siap dihidangkan. Agar lebih lezat, setiap porsi ditambah dengan satu pentol bakso ukuran besar.

Luluk wijayati, salah satu pembeli yang telah memesan mengaku, menikmati menu langka ini. Pasalnya daun pakis yang mendominasi masakan ini memiliki sensasi tersendiri.

“Aroma pakis juga menghilangkan aroma khas cumi-cumi,” terangnya kepada JTV di warung setempat, Selasa (08/11/2022).

Sementara itu, Alina Dini pemilik warung sengaja membuat inovasi mie pakis mengaku ingin memanfaatkan tumbuhan hutan yang mudah didapat di Lereng Pegunungan Anjasmoro, Wonosalam. Pakis yang biasanya dimanfaatkan sebagai sayuran warga setempat, kini memiliki nilai tambah setelah disajikan bersama mie.

“Harganya cuma 15 ribu rupiah perporsi,” ungkap Alina Dini.

Omzet warung ini, bisa mencapai jutaan rupiah dari penjualan mie pakis saja, terutama pada saat weekend atau hari libur. Pembeli bukan saja dari jombang, melainkan juga dari daerah-daerah lain seperti Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Kediri dan Surabaya. (ful/rok)