Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 14 Desember 2022, 15:36 WIB
Last Updated 2022-12-14T08:36:20Z
JombangPojok PituViewerViral

Viral Video Dua Siswa di Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit Gara-Gara Push Up


JOMBANG - Beredar video dua siswa mendapat sanksi squat jump dan push-up dari gurunya. Sanksi dijatuhkan karena keduanya kepergok hendak pulang sebelum waktunya.

Dalam video yang viral, tampak dua siswa tengah menjalani perawatan di ruang UKS sekolah. Keduanya berbaring di bed berbeda dengan kerumunan sejumlah siswa lainnya.

Informasi yang bertuliskan di bawah video yang beredar, peristiwa ini terjadi di SMA Negeri 3 Jombang. Dua siswa ini kelelahan setelah diberi sanksi push-up 100 kali oleh gurunya. Namun, karena tidak kuat memenuhi hitungan yang diminta, hingga akhirnya keram dan lemas.

Rabu (14/12/2022) pagi, kedua siswa tersebut telah masuk sekolah karena kondisinya sehar bugar. Tampak keduanya dipanggil ke ruang kepala sekolah. Dua siswa yang kelelahan tersebut, ICK (17 tahun) laki-laki dan NS (17 tahun) perempuan, keduanya duduk di kelas 11.

Siswa mengakui diberi sanksi setelah berniat pulang sebelum waktunya. Sanksi diberikan guru pembina OSIS, Prayuda, dengan hukuman squat jump untuk NS dan push-up untuk ICK, masing-masing 50 kali.

“Pada hitungan ke 35, saya dan teman saya tidak kuat sehingga minta ke ruang UKS sekolah,” jelas ICK, siswa yang mendapat hukuman tersebut.

Sementara Kepala SMA Negeri 3 Jombang, Zaenal Fatoni, tidak membantah adanya dua siswa yang kelelahan hingga dibawa ke ruang UKS. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 13 desember 2022 siang. Bahkan Fatoni mengaku datang ke UKS dan membawa siswa tersebut ke RSUD Jombang.

“Memang benar kejadian tersebut. Saya datang sendiri ke UKS dan membawa mereka ke rumah sakit. Setelah mendapatkan penanganan, dua siswa ini diperbolehkan pulang,” jelas Kepala SMAN 3 Jombang saat ditemui JTV.

Kejadian tersebut, tidak dipersoalkan oleh dua siswa tersebut. Saat ini, pembelajaran di SMAN 3 Jombang juga berjalan normal seperti biasa.

Pihak sekolah juga membantah jika ada sanksi fisik, karena di SMAN 3 sanksi fisik tidak pernah dibolehkan. Saat kejadian sekolah menduga kondisi dua siswa karena sakit. (ful/rok)