Iklan

Sketsa Bengawan
Kamis, 19 Januari 2023, 15:52 WIB
Last Updated 2023-01-19T08:52:56Z
TubanViewerViral

Tahun 2022, Demam Berdarah di Tuban Tembus 651 Kasus, 4 Meninggal


TUBAN - Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Tuban menembus angka 651 kasus sepanjang tahun 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo saat ditemui JTV di kantornya, kamis (19/01/2023) pagi.

Menurutnya, angka kasus demam berdarah di Tuban tergolong tinggi dibanding tahun 2021 lalu. Meski demikian, ia tak menyebutkan secara rinci jumlah kasus pada tahun 2021. Sementara sepanjang 2022, data Dinkes Tuban mencatat ada sebanyak 651 kasus DB.

“Jumlah kasus DB di Tuban mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 jumlah kasus naik menjadi 651 kasus. Kalau tahun 2021 dibawah itu,” jelas Bambang.

Kepala Dinkes Tuban menyebut, penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut lebih menyerang usia anak-anak ketimbang orang dewasa. Rata-rata yang menjadi sasaran gigitan nyamuk mematikan tersebut adalah anak berusia antara 6-17 tahun.

“Usia rata-rata anak kecil dengan usia rata-rata 6 sampai 17 tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter R Koesma Tuban, Dokter Masyhudi mengungkapkan, sepanjang tahun 2022 hingga awal tahun 2023 ini pihaknya menerima sedikitnya 263 pasien demam berdarah. Rinciannya sebanyak 230 pasien berasal dari tuban, sedangkan 33 pasien sisanya berasal dari luar tuban.

Dari jumlah tersebut, 4 pasien demam berdarah diantaranya meninggal dunia. Pasalnya, mereka dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah atau stadium 4.

“Yang meninggal dunia ada 4. Meninggal karena mereka dibawa ke RS dalam kondisi stadium 4 atau sudah parah. Sehingga penanganan semaksimal mungkin tapi tetap tidak tertolong,” ungkap Dokter Masyhudi.

Untuk menekan angka kasus demam berdarah, Dinas Kesehatan Tuban mengimbau agar masyarakat memberantas sarang nyamuk. Diantaranya dengan menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti kamar mandi, menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, mendaur ulang barang bekas yang sering dijadikan sarang nyamuk. (dzi/rok)