Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 27 Maret 2023, 15:42 WIB
Last Updated 2023-03-27T08:42:03Z
NgawiPojok PituSketsa RamadhanViewerViral

Tradisi Ngabuburit Dengan Permainan Meriam Bambu di Ngawi


NGAWI - Berbagai cara dilakukan warga untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa. Sekelompok anak di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi melakukannya dengan bermain meriam bambu.

Pantauan JTV di lokasi, ada puluhan batang meriam bambu yang dimainkan. Mereka bermain  meriam bambu didekat area persawahan. Untuk menuju lokasi, mereka harus mengangkut puluhan meriam bambu menggunakan gerobak mini secara beramai-ramai.

Di lokasi yang sudah ditentukan, masing-masing anak memegang meriam bambu miliknya untuk dibunyikan secara bergantian. Dalam permainan ini, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Mereka mencari tempat sesuai keinginan namun tetap menjaga jarak agar tetap aman.

Ketika semua meriam bambu sudah dibunyikan secara bergantian suasana akan menjadi meriah. Suara dentuman dari meriam bambu terdengar bersahutan dan disambut suara sorakan teman yang lain. Semakin keras suara dentuman yang keluar dari lobang meriam bambu, maka anak-anak semakin bersorak kegirangan.

“Tiap bulan puasa main begini mas. Ini sudah ada sejak dulu-dulu. Seru, sambil nunggu buka puasa,” terang Rafael Saputra Graha, anak pemain meriam bambu.

Bagi anak–anak warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi, permainan bambu merupakan permainan tradisional yang sudah ada secara turun temurun. Kegiatan ini dilakukan selama bulan suci ramadan. Selain untuk melestarikan permainan tradisional, juga untuk mengurangi anak-anak dari kecanduan permainan gadget.

“Ya ini memang sudah tradisi sejak dulu disini. Daripada anak kecanduan main ganget kan lebih baik main ini sambil melestarikan budaya,” tegas Muhammad Riyadus Sholihin, warga setempat. (ito/rok)