Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 17 Mei 2023, 16:46 WIB
Last Updated 2023-05-17T09:46:06Z
BojonegoroEdukasi | BudayaViewerViral

Pemkab Bojonegoro dan BNPB Gelar Simulasi Bencana Bersama Ratusan Warga


BOJONEGORO - Ratusan warga dari empat desa di Kabupaten Bojonegoro, antusias mengikuti simulasi evakuasi bencana banjir yang digelar Pemkab Bojonegoro bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (17/05/2023). Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak peringatan hari kesiapsiagaan yang digelar serentak di tujuh Kabupaten yang dilewati aliran Sungai Bengawan Solo.

Tujuh Kabupaten tersebut diantaranya, Kabupaten Tuban, Lamongan, Gresik, Sragen, Blora, Ngawi, dan Bojonegoro. Di Kabupaten Bojonegoro, puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dipusatkan di lapangan Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk, dengan mengelar simulasi evakuasi bencana banjir Bengawan Solo.

Kegiatan ini, melibatkan langsung ratusan warga dari empat desa, yakni Banjarsari, Sarirejo, Pilanggede, Dan Mulyorejo. Acara dengan tema siap untuk selamat ini dikoordinir langsung BNPB dan Pemkab Bojonegoro.

Pantauan di lokasi, ratusan warga tampak antusias memperagakan tahapan simulasi layaknya kejadian nyata atau sebenarnya. Diawali dengan munculnya bunyi sirine tanda air Bengawan Solo naik, serta bunyi kentongan pertanda banjir datang.

Ratusan warga langsung meresponnya dengan bersiap melakukan evakuasi dini. Warga juga dengan sigap berlarian menuju tempat aman atau titik kumpul lokasi pengungsian yang telah ditentukan. Selain kesigapan menyelamatkan diri.

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Riyanto menjelaskan, dalam simulasi juga digambarkan berbagai kondisi dan keadaan selama berada di pengungsian. Mulai dari kesiapan bahan pangan, obat-obatan hingga penguatan mental dan penanganannya, melalui kegiatan trauma healing terutama bagi anak-anak yang harus menempati tenda pengungsian.  

“Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak peringatan hari kesiapsiagaan bencana yang seharusnya digelar 26 april lalu. Namun ditunda karena bertepatan dengan momen lebaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus Riyanto mengungkapkan, dipilihnya simulasi evakuasi bencana banjir ini, karena sesuai letak geografis yang berada di sekitar aliran Bengawan Solo yang kerap terjadi banjir. Apalagi, saat ini BNPB tak hanya fokus pada tindakan reaktif dalam menangani bencana. Namun juga tindakan secara prefentif dalam upaya mengurangi resiko bencana.

“Salahsatunya adalah menyiapkan masyarakat untuk siaga terhadap bencana dan mengenalkan langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” tutupnya. (lim/rok)