Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 19 Agustus 2023, 15:36 WIB
Last Updated 2023-08-19T09:38:41Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Kembali di Demo PMII, Kapolres Tuban Minta Maaf & Akui Kesalahan Anggotanya


TUBAN - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban, kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Polres setempat, Sabtu (19/08/2023) pagi. Dalam aksi ini, mahasiswa meminta Polres Tuban bertanggung jawab dan menindak tegas anggotanya yang melakukan dugaan pelecehan seksual serta kekerasan terhadap para demonstran di depan kantor DPRD Tuban beberapa waktu lalu.

Pantauan JTV di lokasi, massa mendatangi Polres Tuban dengan membawa sejumlah bendera, spanduk dan poster tuntutan serta pengeras suara. Mereka secara bergantian berorasi menyampaikan tuntutan dan kecaman kepada oknum anggota Polres Tuban.

Ketua PC PMII Tuban, Abid Arrohman mengancam, jika Kapolres Tuban tidak segera menindak tegas oknum anggotanya yang melakukan dugaan tindakan pelecehan dan kekerasan, maka seluruh kader PMII Se Jawa Timur akan datang ke Tuban untuk melakukan aksi. Selain itu, PMII Tuban juga meminta kapolres tuban untuk bertanggung jawab dan meminta maaf.

“Apabila senin mendatang tidak ada tindak lanjut dari Kapolres, kami akan mengajak seluruh kader PMII se Jawa Timur untuk menggelar aksi,” tegasnya.

Setelah beberapa saat berorasi, massa akhirnya ditemui langsung oleh Kapolres Tuban, AKBP Suryono. Dalam kesempatan ini, pimpinan polisi tertinggi di Tuban secara terbuka meminta maaf dan mengakui kesalahan anggotanya yang melakukan pengamanan demo tersebut.
 
Kapolres Tuban juga mengaku telah memeriksa sebanyak 5 anggotanya dan berjanji akan menindak tegas jika memang terbukti melakukan kesalahan prosedur pengamanan.

“Pada kesempatan ini saya Kapolres Tuban meminta maaf atas tindakan dari oknum telah melakukan pelanggaran yaitu arogansi yang tentunya menyalahi aturan,” ucap AKBP Suryono.

Usai mendapatkan tanggapan, massa aksi meminta agar Kapolres Tuban menandatangani surat perjanjian terkait komitmen untuk menindak tegas anggota apabila terbukti bersalah.
 
Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab dan DPRD setempat, Rabu (16/08/2023). Dalam aksi itu, mereka berusaha menghadang sebuah mobil yang diduga ditumpangi oleh Bupati Tuban. Akibatnya sejumlah mahasiswa diseret paksa oleh polisi hingga terjadi dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oknum polisi. (dzi/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News