Iklan Beranda

Redaksi JTV
Sabtu, 11 November 2023, 12:36 WIB
Last Updated 2023-11-11T05:36:46Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Isi Kuliah Umum di Universitas Bojonegoro, Dirjen Kemenkeu RI Paparkan Fungsi APBN


BOJONEGORO – Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), Luky Alfirman memberikan kuliah umum di Universitas Bojonegoro, Jum’at (10/11/2023). Pejabat yang pernah menempuh studi di Amerika Serikat ini memberikan kuliah umum fakultas ekonomi dengan tema Sinergi dalam Pembangunan Melalui Kebijakan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah.

Dihadapan para mahasiswa, Luky memaparkan, tentang fungsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebagai instrumen keuangan negara. 

Menurutnya, APBN berperan sebagai instrumen kebijakan fiskal untuk mewujudkan tujuan negara. Yakni menciptakan kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur. 

“Di balik besarnya angka APBN dan APBD yang mencapai triliyunan rupiah, salah satu tantangan bagi pembuat kebijakan mendesain sedemikian rupa agar selaras dengan tujuan dan cita-cita negara,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Luky juga menyinggung bagaimana upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19 yang berlangsung tiga tahun berturut-turut. Serta memaparkan pertumbuhan ekonomi indonesia sangat baik di angka 4,8%. 

“Pertumbuhan ekonomoni di indonesia, kita masih cukup kuat kemarin di Triwulan ke 3 pertumbuhan ekonomi indonesia mencapai 4,8%. Sementara kalau kita lihat pertumbuhan secara Regionalnya cukup merata dan sangat cukup kuat,” imbuhnya. 

Lanjutnya, saat ini fokus pemerintah Indonesia adalah pada sektor kesehatan, perlindungan sosial, inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrim, stunting dan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Tak hanya itu, target kedepan menuju Indonesia Emas di Tahun 2024 mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5%. 

“Diharapkan kedepanya nanti/ indonesia masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 5%. Sementara Indonesia Emas Tahun 2045 adalah 100 tahun Indonesia, kita cukup optimis dengan penyusunan sekarang ini, bukan berarti kita juga cukup mudah dicapai,” ungkapnya. 

Dirjen Perimbangan Kemenkeu RI ini mengaku sangat senang bisa berdiskusi dengan para mahasiswa Universitas Bojonegoro dan berpesan agar para mahasiswa sebagai penerus bangsa, kedepan dapat menjadi pemimpin yang bijak terutama dalam mengambil sebuah keputusan. 

“Mudah-mudahan mereka semua generasi penerus Bangsa bisa membuat Indonesia lebih baik lagi,” tutupnya. 

Kuliah umum ini juga dihadiri Direktur Dana Desa Insentif Otonomi Khusus dan Keistimewaan Jaka Sucipta, Direktur Dana Transfer Umum Sandy Firdaus, serta Rektor Universitas Bojonegoro beserta jajaran Civitas Akademika. (edo)