Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 25 November 2023, 15:45 WIB
Last Updated 2023-11-29T07:34:54Z
Potensi DaerahTubanViewerViral

Pria di Tuban Raup Cuan Jutaan Rupiah per Hari dari Budidaya Jamur Tiram


TUBAN - Berawal dari memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah, Ni’am, warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, sukses membudidayakan jamur tiram. Memulai usaha ini tanpa pengalaman, ayah dua ini justru sukses dan mampu meraup omzet jutaan rupiah per harinya.

Ni’am mengaku, memulai usaha ini sejak dua tahun silam. Setiap hari, ia memanen jamur tiram di lahan samping rumahnya dengan bantuan seorang pekerja. Satu-persatu jamur dipanen dan dikumpulkan untuk dijual kepada para pembeli.

“Budidaya jamur ini sudah saya jalani selama dua tahun. Awalnya saya lihat punya lahan kosong tak terpakai kemudian saya kepikiran untuk budidaya jamur. Selain itu saya juga beternak ayam,” ungkapnya saat ditemui JTV, Sabtu (25/11/2023).

Dengan memanfaatkan lahan kosong tersebut, Ni’am kemudian mendirikan gubuk kecil untuk budidaya jamur. Awalnya, hanya 1.000 baglog atau media tumbuhnya jamur saja. Namun, kini terus berkembang hingga mampu menampung 27.000 baglog.

“Sekarang hasilnya lumayan mas. Setiap hari bisa panen dan langsung saya jual kepada tengkulak,” imbuh Ni’am.
 
Saat musim penghujan, hasil panen jamur mampu mencapai 50 hingga 70 kilogram yang laku dijual dengan kisaran harga Rp.15.000 hingga Rp.20.000 per kilogram. Sedangkan jika musim kemarau, hasil panen berkurang 20 persen.
 
“Penjualannya di sekitar Kota Tuban saja. Diambil langsung oleh tengkulak,” ujarnya.
 
Bahkan menurut Ni’am, untuk kebutuhan di Kabupaten Tuban masih sangat kurang. “Pasarnya sangat terbuka lebar, makanya sehari saya mampu jual sampai 70 kilogram dengan omzet sekitar satu jutaan,” tegasnya.
 
Sementara itu, salah satu pelanggan, Irfan mengatakan, setiap hari dirinya membeli jamur disini sebanyak 20 kilogram. Jamur tersebut, selanjutnya dijual kembali untuk olahan jamur krispi, sate jamur hingga lauk nasi bakar. 

“Sudah langganan disini, nanti dijual lagi ke rumah makan, pedagang makanan dan juga ke pengecer,” jelasnya. (dzi/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News