Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 18 Desember 2023, 15:48 WIB
Last Updated 2023-12-18T09:11:51Z
BojonegoroPotensi DaerahViewerViral

Musim Penghujan, Warga Pinggiran Hutan Bojonegoro Berburu Ulat Jati


BOJONEGORO - Warga pinggiran hutan di Selatan Kabupaten Bojonegoro, memiliki tradisi berburu ulat jati disaat memasuki musim penghujan tiba. Kepompong dan ulat jati ini tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, melainkan juga dijual.

Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Buntalan, Jumirah, dia mengaku datang bersama anak dan tetangganya ke hutan Ngabukan, BKPH Tretes, KPH Bojonegoro turut Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, sengaja untuk mencari ulat jati atau enthung untuk dijual.

Jumirah menjual enthung jati dengan harga 70 ribu rupiah per kilogram, atau 10 rupiah per cangkir. Sementara mulai pagi hingga sore hari ia dapat menjual hingga 15 cangkir per hari nya.

“Kalau musim enthung ya setiap hari ke hutan pak. Cari enthung, nanti untuk dijual,” jelasnya kepada JTV, Senin (18/12/2023).

Lanjut Jumirah, hampir setiap hari, dari pagi hingga sore hari, puluhan warga beramai-ramai masuk ke hutan untuk mencari kepompong ulat jati atau biasa disebut enthung.

Berbekal toples atau tas kresek, mereka memulai perburuan ulat jati atau enthung, yang dapat ditemukan dengan mudah diantara tetumpukan daun jati yang sudah mengering dan membusuk.

“Nyarinya mudah mas, yang penting telaten pasti dapat banyak,” imbuhnya.

Lain halnya dengan Yayuk, dirinya berangkat dengan keluarganya datang ke hutan ini untuk mencari enthung untuk dikonsumsi sendiri, enthung yang ia dapatkan, biasa dimasak tumis dengan dicampur daun kedondong.

Menurutnya enthung yang ia masak memiliki rasa khas yang gurih dan lezat. “Nyari enthung untuk lauk masak di rumah mas. Rasanya enak, gurih, kalau ditumis,” tegasnya.

Berburu enthung di hutan jati seperti ini, sudah menjadi tradisi warga pinggiran hutan wilayah Selatan Kabupaten Bojonegoro saat musim penghujan tiba, perburuan akan berakhir seiring hilang ulat atau enthung yang sudah berubah menjadi kupu-kupu. (lim/rok)

Ikuti berita terkini JTV Bojonegoro di Google News