Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 13 Maret 2024, 15:47 WIB
Last Updated 2024-03-13T08:47:42Z
TubanViewerViral

Banjir di Tuban, Warga Meninggal Diantar ke Makam Menggunakan Perahu


TUBAN - Banjir menggenangi kawasan pemukiman warga yang ada di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo Kabupaten Tuban. Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi di sepanjang aliran sungai terpanjang di pulau jawa tersebut.

Tak hanya rumah, jalan dan lahan pertanian, banjir juga menggenangi pemakaman umum. Kondisi ini membuat warga yang meninggal dunia harus dimakamkan ke dusun atau desa lain yang tidak terendam banjir.

Kejadian ini salah satunya menimpa Sutik. Pemakaman nenek 85 tahun, warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban harus melibatkan tim sar dari BPBD Tuban. Pasalnya, makam yang ada di desa setempat terendam banjir, sehingga jasad nenek 85 tahun tersebut harus dimakamkan ke Dusun Lohgawe, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari desa setempat.

Bahkan karena akses jalan terputus akibat terendam banjir, tim sar BPBD Tuban dibantu warga mengangkut jenazah Sutik menggunakan perahu karet menyeberangi banjir. Sesampainya di areal pemakaman, jenazah langsung dijemput menggunakan mobil BPBD dan kemudian dimakamkan di pemakaman Dusun Lohgawe.

“Kami membantu evakuasi jenazah di Kanorejo karena semua pemakaman terendam banjir. Sehingga kita makamkan di Desa Lohgawe. Sebagaimana permintaan warga, kami lakukan evakuasi jenazah pulang pergi sekitar 2 jam,” ungkap Sudarmaji, Kalaksa BPBD Tuban kepada JTV, Rabu (13/03/2024).

Pemakaman dengan cara serupa menjadi hal yang lumrah jika banjir menerjang kawasan setempat. Apalagi, warga di bantaran Sungai Bengawan Solo sudah terbiasa dengan banjir yang terjadi hampir setiap tahun.

Sementara itu, tinggi muka air bengawan solo hingga kini mengalami tren penurunan. Jika tidak terjadi hujan lebat di sepanjang aliran sungai bengawan solo, maka banjir akan berangsur-angsur surut dalam beberapa hari kedepan. (dzi/rok)