Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 13 Maret 2024, 15:48 WIB
Last Updated 2024-03-13T08:48:20Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Pemkab Bojonegoro Siapkan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir


BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui BPBD Kabupaten setempat mendirikan dapur umum untuk makan sahur dan buka bagi warga yang masih terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Selasa (12/03/2024) malam.

Pantauan JTV di lokasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Noer Aeny secara langsung mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir sejak dua hari lalu.

Seperti yang dilakukan di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Dua pejabat teras Pemkab Bojonegoro tersebut secara simbolis memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, sembako, dan peralatan lainnya.

Bahkan, keduanya juga secara langsung ikut memasak makanan siap saji tersebut. Selanjutnya akan diberikan untuk makan sahur kepada warga yang akan menunaikan ibadah puasa ramadhan di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno.

Sekda Bojonegoro, Nurul Azizah mengungkapkan, dalam menangani banjir luapan Sungai Bengawan Solo ini, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan sejumlah dapur umur hingga tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir.

“Kemudian, saat ini di Kecamatan Baureno masih terdapat lima desa yang masih terdampak banjir. Sehingga, kami bersama beberapa stakeholder terkait mendatangi lokasi serta menyiapkan dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik,” jelasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Bojonegoro, Laela Noer Aeny menjelaskan, dampak dari banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro ini merendam 48 desa yang tersebar di 11 Kecamatan.

“Di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno ini lebih banyak warga yang terdampak dibandingkan desa lainnya. Jumlah warga yang terdampak yakni hingga 371 KK,” ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini tinggi muka air (tma) Sungai Bengawan Solo terus mengalami penurunan. Berdasarkan data dari BPBD Bojonegoro, saat ini status ketinggian Sungai Bengawan Solo memasuki siaga hijau atau siaga satu dengan tren terus mengalami penurunan. (lim/rok)