Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Rabu, 27 Maret 2024, 15:34 WIB
Last Updated 2024-03-27T08:34:50Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Kebutuhan Pokok Mahal, Ratusan Warga di Tuban Serbu Pasar Murah


TUBAN - Halaman parkir bus wisata Sunan Bonang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, diserbu warga, Rabu (27/03/2024). Mereka ramai-ramai datang untuk mengikuti gebyar pangan murah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Antrian didominasi ibu-ibu rumah tangga, dan sebagian kecil kaum pria. Mereka rela berdesak-desakan dan mengantri hingga 2 jam, demi mendapat kebutuhan dapur dengan harga murah.
 
Kebutuhan dapur yang disiapkan dalam pangan murah ini antara lain, beras, minyak goreng, telur ayam, bawang putih, bawang merah dan aneka sosis. Harga yang dipatok jauh dibanding harga di pasaran yang sedang melambung tinggi.

Seperti beras kemasan 5 kilogram hanya dijual Rp51.000, sementara di pasar mencapai Rp80.000. Telur yang harga dipasaran mencapai Rp25.500 per kilogram, disini kita harga Rp23.000 per kilogram.

“Tadi antri 2 jam untuk dapat sembako murah pak. Ya rela antri karena harganya sangat murah,” jelas Puji, Ibu rumah tangga asal Kelurahan Doromukti.

Warga berharap pasar murah ini bisa terus berlanjut selama harga pokok di pasaran masih tinggi. Sehingga warga bisa terbantu dan harga pokok di pasaran bisa kembali stabil.

“Pasar murah ini sangat membantu mas. Apalagi sekarang harga pokok mahal semua. Semoga sering digelar, biar warga terbantu,” pinta Minarti, peserta pasar murah lain.

Warga yang ingin mendapatkan pangan murah cukup datang dan ikut mengantri. Setelah itu warga bisa membeli berbagai bahan pangan sesuai kebutuhan.

Namun untuk pembelian beras dibatasi hanya diperbolehkan membeli maksimal 10 kilogram per orang, setelah membeli pangan murah warga diminta memasukan jarinya kedalam tinta untuk mengantisipasi agar tidak mengantri kembali.

“Ini yaang kita disiapkan dalam pangan murah merupakan kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, branmbang, gula, minyak dan juga telur,” ungkap Endro Budi S, Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Tuban.

Gebyar pasar murah ini digelar untuk menstabilkan harga pangan yang sedang melambung tinggi serta menjaga inflasi. Barang diambil langsung dari petani, sehingga harganya dapat lebih murah. (dzi/rok)