TUBAN - Dua nelayan asal Kabupaten Tuban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan utara akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kedua, Didik Irawan (35), warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, berhasil ditemukan Rabu pagi (9/7/2025) oleh tim SAR gabungan.
Didik ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar tiga kilometer dari titik lokasi perahu mereka tenggelam, tepatnya di kawasan laut Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Sebelumnya, jenazah korban pertama bernama Suprapto (43), juga asal Tambakboyo, telah ditemukan oleh nelayan pada Selasa pagi (8/7).
Kedua korban diketahui berangkat melaut untuk memancing sejak Senin malam. Namun, hingga keesokan harinya mereka tidak kembali, dan perahu yang digunakan ditemukan dalam kondisi terbalik.
“Diduga kuat perahu mereka dihantam ombak besar hingga terbalik. Korban kemungkinan terjatuh dan tidak sempat menyelamatkan diri,” terang Nanang Pujo, Ketua Tim Pencarian dari SAR gabungan.
Setelah proses evakuasi, jenazah Didik langsung dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dan warga setempat, telah melakukan pencarian sejak hari pertama laporan hilangnya korban diterima. Cuaca buruk dan gelombang tinggi sempat menyulitkan proses pencarian di laut.
Nanang juga mengimbau kepada nelayan agar lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan sebisa mungkin tidak pergi seorang diri.
“Keselamatan di laut harus menjadi prioritas. Gunakan pelampung dan jangan memancing sendiri, apalagi saat cuaca buruk,” tegasnya.
Petugas mengimbau kepada para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melaut sendirian guna menghindari risiko kecelakaan serupa. Dzik/lim.
Didik ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar tiga kilometer dari titik lokasi perahu mereka tenggelam, tepatnya di kawasan laut Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Sebelumnya, jenazah korban pertama bernama Suprapto (43), juga asal Tambakboyo, telah ditemukan oleh nelayan pada Selasa pagi (8/7).
Kedua korban diketahui berangkat melaut untuk memancing sejak Senin malam. Namun, hingga keesokan harinya mereka tidak kembali, dan perahu yang digunakan ditemukan dalam kondisi terbalik.
“Diduga kuat perahu mereka dihantam ombak besar hingga terbalik. Korban kemungkinan terjatuh dan tidak sempat menyelamatkan diri,” terang Nanang Pujo, Ketua Tim Pencarian dari SAR gabungan.
Setelah proses evakuasi, jenazah Didik langsung dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan dan warga setempat, telah melakukan pencarian sejak hari pertama laporan hilangnya korban diterima. Cuaca buruk dan gelombang tinggi sempat menyulitkan proses pencarian di laut.
Nanang juga mengimbau kepada nelayan agar lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut dan sebisa mungkin tidak pergi seorang diri.
“Keselamatan di laut harus menjadi prioritas. Gunakan pelampung dan jangan memancing sendiri, apalagi saat cuaca buruk,” tegasnya.
Petugas mengimbau kepada para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak melaut sendirian guna menghindari risiko kecelakaan serupa. Dzik/lim.