TUBAN - Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Puji Rahayu, gadis penjaga toko buah asal Kecamatan Singgahan, Tuban, yang tewas di tangan kekasihnya sendiri, Sulthon Farid. Rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Tuban, Kamis (10/7/2025) sore.
Kasus ini bermula saat korban meminta dijemput Farid seusai kerja. Setelah sempat pulang, korban kembali meminta dijemput tanpa berpamitan pada keluarga. Keduanya lalu menuju “Jalan Cinta” di Singgahan, tempat mereka terlibat cekcok soal status hubungan.
Dalam rekonstruksi, terungkap korban sempat menampar pelaku tiga kali. Tak terima, Farid lalu memukul kepala belakang korban hingga tersungkur ke jalan, kemudian menginjak tubuh korban sampai tak sadarkan diri. Tragisnya, ia menyeret tubuh Puji ke sawah dan menancapkan kepalanya ke lumpur untuk memastikan korban tewas. Setelah itu ponsel korban dibawa kabur oleh pelaku.
Keesokan harinya, pelaku berpura-pura menanyakan keberadaan korban kepada ayahnya.
Pihak keluarga mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Kami tidak terima, anak saya dibunuh dengan cara yang keji. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar Purwanto, ayah korban.
Sementara itu, polisi menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini.
“Kami terus mendalami kasus ini agar semua fakta benar-benar terang dan tidak ada yang terlewat,” jelas AKP Dimas Robin Alexander, Kasat Reskrim Polres Tuban. Dzik/lim.
Kasus ini bermula saat korban meminta dijemput Farid seusai kerja. Setelah sempat pulang, korban kembali meminta dijemput tanpa berpamitan pada keluarga. Keduanya lalu menuju “Jalan Cinta” di Singgahan, tempat mereka terlibat cekcok soal status hubungan.
Dalam rekonstruksi, terungkap korban sempat menampar pelaku tiga kali. Tak terima, Farid lalu memukul kepala belakang korban hingga tersungkur ke jalan, kemudian menginjak tubuh korban sampai tak sadarkan diri. Tragisnya, ia menyeret tubuh Puji ke sawah dan menancapkan kepalanya ke lumpur untuk memastikan korban tewas. Setelah itu ponsel korban dibawa kabur oleh pelaku.
Keesokan harinya, pelaku berpura-pura menanyakan keberadaan korban kepada ayahnya.
Pihak keluarga mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Kami tidak terima, anak saya dibunuh dengan cara yang keji. Kami minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar Purwanto, ayah korban.
Sementara itu, polisi menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini.
“Kami terus mendalami kasus ini agar semua fakta benar-benar terang dan tidak ada yang terlewat,” jelas AKP Dimas Robin Alexander, Kasat Reskrim Polres Tuban. Dzik/lim.