Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Minggu, 28 Desember 2025, 19:06 WIB
Last Updated 2025-12-28T12:06:44Z
BojonegoroViewerViral

Campusari Mahesa Music Meriahkan Perayaan Nataru di Kayangan Api Bojonegoro


BOJONEGORO – Dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar acara hiburan rakyat yang berlangsung di kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (28/12/2025).

‎Kawasan wisata Kayangan Api, yang dikenal sebagai destinasi api abadi dan cagar budaya, dipadati ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Masyarakat tampak antusias menikmati suasana akhir tahun yang dikemas dengan nuansa budaya dan hiburan khas Jawa. Selain itu ada juga pengunjung yang tidak hanya menikmati liburannya, melainkan merayakan ulang tahun anak nya di wisata Kayangan Api tersebut. 
‎Sukarmi (49), Pengunjung dari Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Mengungkapkan dirinya ingin menghabiskan hari libur dengan berwisata sekaligus melihat pentas budaya. 

“Saya kesini barengan rombongan kerja dari Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Kebetulan asa Campursari jadi bisa berwisata sambil lehat pentas seni secara gratis,” ungkapnya.

Sukarmi berharap, Kayangan Api dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang lebih maju dan semakin dikenal luas. Selain itu,kehadiran pertunjukan musik campursari diharapkan mampu menjadi hiburan rutin yang terus dikembangkan agar pengunjung terus terhibur.
‎Semenatara itu, Darminto (51), Warga Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, selaku Host/MC yang memandu acara tersebut,  menjelaskan bahwa acara ini digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka memperingati Natal dan Tahun Baru 2026. 

“Dengan digelarnya pentas seni di sejumlah destinasi wisata ini semoga bisa mendongkrak jumlah wisatawan yang datang. Selain indah dan asri, Kayangan Api dikenal dengan api abadinya yang tak pernah padam,” ucapnya.

Darminto berharap, agar kelestarian budaya seperti musik campursari tetap bisa dilestarikan dan eksis diera kemajuan zaman ini. 

“Budaya itu bagian dari sejarah dan kekayaan bangsa, jadi sudah seharusnya kita jaga dan lestarikan bersama,” tutupnya. (zdn/nrl)