Iklan Beranda

Redaksi JTV
Jumat, 30 Januari 2026, 13:33 WIB
Last Updated 2026-01-30T06:33:56Z
Hukum | PeristiwaNgawiPojok PituViewerViral

Cegah PMK, Bupati Ngawi Minta Dinas Perikanan dan Peternakan Optimalkan Vaksinasi

Aktifitas jual beli sapi di Pasar Hewan Kabupaten Ngawi. Foto: Ito Wahyu/JTV.
NGAWI - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), pada hewan ternak terutama sapi kembali merebak di Kabupaten Ngawi. Antisipasi kasus semakin meluas Bupati Ngawi meminta Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) setempat mengoptimalkan kembali vaksinasi.

Data dari DPP Ngawi, saat ini ternak terjangkit PMK di wilayah setempat tercatat sebanyak 30 ekor. Meski begitu, pihak Pemkab Ngawi meyakini kasus serangan PMK kali ini masih bisa dikendalikan.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan jika dibanding daerah lain, kasus PMK di Ngawi tahun ini terbilang paling rendah. Hal ini mengingat hasil evaluasi Pemprov Jatim menyebutkan jika Ngawi merupakan daerah yang masih menerapkan vaksin. 

“Sehingga kasus PMK masih bisa dikendalikan. Ternak yang terjangkit PMK rata-rata dari ternak dari jual beli luar daerah di pasar,” jelasnya kepada JTV, Jumat (30/01/2026).

Meski begitu, Bupati Ngawi menyatakan belum berencana untuk melakukan penutupan aktivitas pasar hewan. Sehingga Ia meminta DPP untuk terus gencar jemput bola melakukan vaksinasi, serta rutin melakukan sterilisasi di pasar.

“Kami belum akan menutup pasar hewan. Tapi kami minta DPP rutin melakukan vaksin hewan dan sterilisasi pasar,” tegas Ony Anwar.

Diketahui, data dari DPP Ngawi temuan hewan ternak yang terjangkit PMK kebanyakan jenis sapi. Pertama kali kasus PMK tahun 2026 ditemukan di Wilayah Kecamatan Karanganyar. (ito/rok)