![]() |
| Andik Susanto menunjukkan cara kerja penyiraman otomatis buatannya. Foto: Dziky Muhamad Nurcholif/JTV. |
TUBAN - Kesibukan tak jadi penghalang bagi Andik Susanto, petani asal Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, untuk tetap merawat tanamannya. Dengan memanfaatkan teknologi, ia berhasil menciptakan alat penyiram bawang merah otomatis, yang dapat dikendalikan hanya melalui layar smartphone dari jarak jauh.
Andik mengatakan, inovasi ini lahir dari tangan kreatifnya sendiri 5 bulan lalu. Dengan modal sekitar Rp25 juta, Ia merakit komponen pipa paralon, peralatan elektronik, hingga jaringan wifi.
“Ide ini saya realisasikan karena memang saya sering diluar mas. Nggak bisa tiap hari harus melakukan penyiraman tanaman, sehingga saya buat alat siram otomatis dari HP,” jelasnya kepada JTV, Senin (26/01/2026).
Hasilnya, lahan seluas setengah hektar kini bisa teraliri secara merata dan efisien. Sistem ini sangat membantu karena memiliki fitur penjadwalan otomatis, sehingga tanaman bawang tidak akan kekurangan air meski sang pemilik sedang berada di luar kota.
“Selama tersambung wifi, saya bisa menyiram secara otomatis dari manapun. Ini sangat membantu dan sangat efisien dari sisi biaya,” ungkap Andik.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani muda lainnya di Kabupaten setempat. Sehingga perawatan di sektor pertanian pebih mudah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam digital. (dzi/rok)

