![]() |
| Kondisi abrasi di depan rumah Suroto yang ada tepi Sungai Bengawan Solo turut Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/01/2026). Foto: Edo/JTV. |
BOJONEGORO - Tebing Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, mengalami longsor sepanjang 25 meter. Ketiadaan tanggul sungai menyebabkan daratan yang kondisinya rapuh, kini amblas terkikis arus air.
Kondisi ini menyebabkan tujuh bangunan rumah warga desa setempat rusak dan terancam hanyut ke dalam sungai. Rumah terdampak tersebut masing-masing adalah rumah milik Rasmadi, Anim Suroto, Sutamah, Rumini, Sudirman, Nur Khalim, dan Suroto.
Bahkan satu rumah diantaranya yakni milik Rasmadi, terpaksa dikosongkan lantaran kondisi bangunan telah miring dan rawan ambruk. Meski membahayakan karena tepat berada di bibir sungai, enam rumah lainnya masih ditempati disaat siang hari saja.
Salah satu pemilik rumah, Enim Suroto menuturkan longsor tebing bengawan solo terjadi kemarin usai bengawan solo meluap. “Panjang longsor sekitar dua puluh lima meter dengan kedalaman rata-rata sembilan meter,” ungkapnya kepada JTV, Rabu (28/01/2026).
Meski cemas karena rumah terancam longsor dan ambruk. Namun Suroto bersama keluarga masih tetap bertahan. Ia mengaku tak punya pilihan lain, sehingga harus menantang maut hidup di atas tebing yang rawan longsor.
“Ya takut pak. Tapi gimana lagi pak, punyanya ya cuma rumah ini,” jelas Suroto.
Meski longsornya tebing Bengawan Solo semakin parah. Namun hingga kini belum ada upaya darurat untuk mengantisipasi longsor susulan. Kondisi seperti ini apabila dibiarkan berlarut-larut, maka akan semakin parah, dan mengancam rumah-rumah warga lain yang dekat dengan bibir sungai. (edo/rok)

