BOJONEGORO – Suasana Ramadhan di Kabupaten Bojonegoro semakin semarak dengan digelarnya bazar Ramadhan yang melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa kehadiran bazar Ramadhan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pendapatan mereka selama momentum Ramadhan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memberikan ruang dan fasilitas bagi UMKM agar dapat berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan tempat usaha yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Bazar Ramadhan ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan berbagai produk mereka kepada masyarakat. Beragam kuliner dijajakan, mulai dari aneka takjil, makanan berat, hingga minuman segar yang banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa.
Selain memberikan dampak positif bagi para pedagang, momentum Ramadhan juga dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mendorong perputaran ekonomi daerah. Pasalnya, daya beli masyarakat biasanya meningkat selama bulan Ramadhan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Dengan adanya bazar ini, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam mencari kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga dapat memperoleh berbagai pilihan makanan dengan harga yang relatif terjangkau.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono juga menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk saling berbagi dan memberi. Karena itu, keberadaan bazar diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjadi sarana berbagi rezeki bagi para pelaku usaha.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, khususnya pada momen penting seperti bulan Ramadan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, bazar Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat yang berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. (edo/im)

