![]() |
| Puji Setiawati, produsen kue kering di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Foto: Dziky Muhammad/JTV. |
TUBAN - Puji Setiawati, produsen kue kering di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Sabtu (28/02/2026) pagi, nampak sangat sibuk. Bersama para pekerjanya, puji harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan pesanan yang terus datang sejak seminggu terakhir.
Total pesanan yang masuk mencapai 120 paket kue kering. Kue kering ini dijual per toples maupun secara paket. Setiap satu paket kue kering berisi 3 toples kue kering dengan jenis yang berbeda-beda.
Puji Setiawati mengatakan, pesanan kue kering yang diterimanya terus meningkat sejak sepekan terakhir. Adapun varian kue kering yang dijual mulai dari nastar, putri salju, dan kastengel, semprit, dan sagu keju.
“Paling banyak diminati oleh pembeli adalah kue jenis nastar dan putri salju. Kedua kue kering ini mendominasi pesanan dibanding jenis kue kering lainnya,” ungkapnya kepada JTV.
Lanjut wanita 44 tahun ini, rasanya yang enak dan teksturnya yang empuk membuat jajanan ini menjadi favorit para tamu di Hari Raya Idul Fitri. Dengan memanfaatkan media sosial, Puji mengaku bisa menggaet pembeli dari dalam maupun luar kota, seperti Kalimantan dan Bali.
“Harga mulai dari harga Rp70.000 hingga Rp90.000 per toplesnya, tergantung jenis, serta ukuran toples yang dipesan,” imbuh Puji.
Rasanya yang enak dan teksturnya yang empuk membuat nastar banyak disukai para tamu. Nastar isian selai dari adonan buah nanas yang cenderung manis biasanya disukai remaja dan anak-anak.
“Kalau lebaran sudah langganan beli disini mas. Yang paling suka itu nastar,” jelas Syaiful Adam, salah satu pembeli.
Dibantu satu karyawannya, ibu dua anak ini mampu memproduksi 10 hingga 15 toples berbagai jenis kue kering dalam sehari. Namun banyaknya pesanan membuat produsen kue kering ini harus membatasi pesanan hingga 10 hari sebelum lebaran. (dzi/rok)

