![]() |
| Nasabah PNM saat menerima hadiah wisata religi umroh, Rabu (25/02/2026). |
TUBAN – Riuh rendah suara 518 perempuan tangguh memenuhi gelaran PKU AKBAR (Pengembangan Kapasitas Usaha) yang diinisiasi oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Bojonegoro. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, acara yang digelar di Tuban pada Rabu (25/02/2026) Pagi ini, menjadi panggung bagi para pelaku usaha ultra mikro untuk membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa membawa perubahan besar.
Sebanyak 10 stan pameran berjejer rapi, memamerkan hasil keringat 19 nasabah pilihan. Mulai dari aroma kuliner yang menggoda, balutan busana fasion menarik, hingga kerajinan tangan yang detail.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tuban, Gunadi, yang hadir di lokasi pun tak segan melempar pujian. Baginya, apa yang dilakukan PNM adalah mesin penggerak ekonomi daerah yang nyata, langsung menyentuh akar rumput.
“Peningkatan kapasitas dan kualitas harus terus digentolkan, sehingga daya saing UMKM di Kabupaten Tuban tak kalah dengan kota lain,” tegasnya.
Puncak acara berubah menjadi momen emosional yang menguras air mata. Saat nama nasabah terpilih diumumkan untuk mendapatkan Reward Umroh, suasana yang tadinya ceria berubah menjadi haru biru.
Bagi para nasabah ini, umroh bukan sekadar perjalanan spiritual. Ini adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan di sela-sela kesibukan berdagang, serta buah dari disiplin dan konsistensi mereka mengelola modal.
Pemimpin Cabang PNM Bojonegoro, Rony Dwi Arianto menegaskan bahwa hubungan PNM dengan nasabah bukan sebatas debitur dan kreditur. PNM hadir sebagai mentor agar usaha tidak jalan di tempat. PNM juga mengubah pola pikir dari pengusaha kecil menjadi pengusaha yang siap bersaing. Sehingga saat ekonomi ibu rumah tangga kuat, kesejahteraan keluarga dan lingkungan pun ikut terangkat.
“Perjuangan kecil yang ditekuni setiap hari, suatu saat akan membuka jalan menuju impian yang paling mustahil sekalipun,” ungkap Rony.
Melalui PKU AKBAR, PNM Bojonegoro ingin mengirimkan pesan kuat: Bahwa perempuan prasejahtera bukan objek bantuan, melainkan subjek perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi inklusif di Tuban dan sekitarnya. (dzi/rok)

