Iklan Beranda

Redaksi JTV
Selasa, 10 Februari 2026, 16:07 WIB
Last Updated 2026-02-10T09:07:43Z
BojonegoroKomoditasViewerViral

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Bojonegoro Melonjak Hingga Tembus Rp95.000 Per Kilo

Aktifitas jual beli cabai di Pasar Tradisional Bojonegoro, Selasa (10/02/2026). Foto: Edo/JTV.
BOJONEGORO - Jelang bulan suci ramadhan, harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan drastis. Kondisi ini, salah satunya seperti terpantau di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Selasa (10/02/2026) pagi.

Para pedagang mengaku kenaikan harga sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya berkisar di angka Rp80.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp95.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai hijau, dari harga Rp30.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram. 

Sementara itu, cabai tampar keriting juga ikut merangkak naik, yang semula dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, kini menjadi Rp40.000 per kilogram. Menurut para pedagang, kenaikan disebabkan minimnya stok cabai di pasaran.

“Permintaan menjelang ramadhan meningkat, sedangkan pasokan minim, sehingga harga cabai di pasar naik,” ungkap Sumirah kepada JTV. 

Lanjut Sumirah, di Pasar Bojonegoro setelah kenaikan harga cabai seminggu ini, penjualan cabai justru kembali sepi, sehingga dalam saat ini ia hanya menyediakan stok cabai tidak lebih dari 40 kilogram sehari.

“Saat pertama naik itu kan pembeli banyak mas. Sekarang sepi lagi. Sehari 40 kilo nggak habis. Biasanya habisnya sampai 60 kilo mas,” imbuhnya.

Diperkirakan, harga cabai akan terus melambung tinggi hingga perayaan hari raya idul fitri mendatang. (edo/rok)