![]() |
| Aktifitas di Stasiun Kereta Api Kabupaten Bojonegoro, Selasa (24/02/2026). Foto: Edo/JTV. |
BOJONEGORO - Menjelang masa angkutan lebaran 2026, Stasiun Bojonegoro menjadi salah satu titik mobilitas penting di Wilayah Pantura Jawa Timur. Bahkan saat ini, penjualan tiket kereta api di Bojonegoro sudah terjual ribuan dengan berbagai tujuan keberangkatan.
Dari data PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat, terjadi peningkatan signifikan penjualan tiket kereta api keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro. Lonjakan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman dan tepat waktu selama periode mudik lebaran.
Kepala Stasiun Kereta Api Bojonegoro, Triyogo Budi Santoso mengatakan, penjualan tiket tujuan ke Bojonegoro mulai tanggal 16 sampai 22 Februari 2026 telah terjual habis. Kemudian di tanggal 22 Maret 2026 setelah lebaran, sekitar 700 an tiket terjual dan di tanggal 24 Maret pasca lebaran terjual sekitar 1.200 tiket.
“Ada sebanyak 7.800 tiket kereta api keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro telah terjual. Mayoritas tujuan para penumpang keberangkatan dari Stasiun Bojonegoro menuju ke Stasiun Gambir dan Stasiun Senen Jakarta,” ungkapnya kepada JTV, Selasa (24/02/2026).
Lanjut Triyogo, selama masa angkutan lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, setiap hari Stasiun Bojonegoro akan melayani 34 perjalanan kereta api jarak jauh.
“Rinciannya, 30 perjalanan kereta api reguler dan 4 perjalanan kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” imbuhnya.
Triyogo menambahkan, calon penumpang diminta membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi access by kai, situs resmi kai.id, serta mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan perusahaan, untuk menjamin keamanan transaksi dan kemudahan layanan.
“Dengan tren peningkatan penjualan tiket ini, Stasiun Bojonegoro diprediksi akan menjadi salah satu titik keberangkatan terpadat selama arus mudik lebaran 2026,” pungkasnya. (edo/rok)

