Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 21 April 2026, 13:29 WIB
Last Updated 2026-04-21T08:48:54Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Aksi Hari Kartini di Bojonegoro "Perjuangan Perempuan Belum Usai"


BOJONEGORO - Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Bojonegoro diwarnai aksi damai yang digelar sejumlah organisasi, Selasa pagi. Aksi berlangsung di depan gedung DPRD Bojonegoro, melibatkan KPI Cabang Bojonegoro, AJI Bojonegoro, serta Dewan Pengurus Komisariat GMNI Universitas Bojonegoro dan UNUGIRI Bojonegoro.

Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan bahwa Raden Ajeng Kartini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan representasi perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan.

Semangat perjuangan Kartini dinilai masih relevan hingga kini. Melalui pemikiran dan surat-suratnya, Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan, bebas dari diskriminasi, serta mendapatkan kehidupan yang lebih adil.

Namun, peserta aksi menilai perjuangan tersebut belum sepenuhnya tercapai. Hingga saat ini, persoalan seperti angka putus sekolah dan perkawinan anak masih menjadi tantangan serius.

Berdasarkan data nasional, meski tren pernikahan dini mengalami penurunan, angkanya masih tergolong tinggi. Pada 2024, rata-rata nasional mencapai 5,9 persen, sementara pada 2025 masih terdapat sekitar 19 persen pemuda yang menikah di bawah usia 19 tahun.

Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, jumlah perkara dispensasi kawin memang menunjukkan tren penurunan, yakni 448 kasus pada 2023, 394 kasus pada 2024, dan 325 kasus pada 2025. Meski demikian, angka tersebut masih menjadi perhatian.

Selain itu, kasus kekerasan terhadap perempuan, perundungan, hingga fenomena perempuan yang saling menjatuhkan masih kerap terjadi di lingkungan sosial.

Ketua KPI Cabang Bojonegoro, Nafidatul Hima, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini seharusnya tidak hanya dimaknai secara simbolis.

“Peringatan Hari Kartini jangan hanya sebatas memakai kebaya dan seremoni. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menghidupkan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nafidatul Hima kepada reporter JTV, Selasa (21/04/2026).

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi yang turut hadir dalam aksi tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menyebut aksi damai ini sebagai bentuk nyata menjaga semangat keberanian Kartini. Selain itu, pihaknya juga telah menyelesaikan Perda Pengarusutamaan Gender 2025 sebagai upaya mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah.

“Aksi ini sangat positif untuk menjaga semangat Kartini. DPRD juga telah menyelesaikan Perda Pengarusutamaan Gender agar perempuan bisa lebih terlibat dalam pembangunan di Bojonegoro,” jelas Sally.

Melalui momentum Hari Kartini, peserta aksi mengajak masyarakat untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri, berdaya, dan memiliki kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.

Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan Kartini belum selesai dan masih perlu dilanjutkan oleh generasi saat ini. (edo/im)