Sketsa Bengawan
Jumat, 10 April 2026, 10:07 WIB
Last Updated 2026-04-13T03:07:33Z
BojonegoroViewerViral

Bocah 9 Tahun di Bojonegoro Rakit Panel Surya hingga Sepeda Listrik, Belajar Otodidak


BOJONEGORO – Seorang bocah berusia 9 tahun asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, menyita perhatian publik berkat kemampuannya merakit berbagai perangkat teknologi secara otodidak.

Bocah tersebut adalah Daffa Ardian Pratama, siswa kelas 3 sekolah dasar yang dikenal memiliki rasa ingin tahu tinggi, terutama di bidang mesin dan elektronik.

Sejak usia dini, Daffa sudah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia teknik. Bahkan saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, ia pernah menanyakan fungsi busi kendaraan kepada gurunya. Namun karena tidak mendapat jawaban, ia sempat merasa kecewa hingga enggan bersekolah.

Di balik sikap kritisnya, tersimpan potensi luar biasa. Daffa mampu membedakan mesin dua tak dan empat tak, serta cepat memahami cara kerja berbagai perangkat elektronik hanya dengan melihat atau mencobanya.

Kemampuannya tidak hanya sebatas teori. Dalam praktiknya, Daffa sudah mampu memperbaiki kipas angin dan laptop rusak, membuat panel surya sederhana, hingga merakit sepeda listrik sendiri.

Selain itu, ia juga menciptakan berbagai alat seperti dimmer untuk mengatur tegangan listrik, serta robot sederhana berupa sapu otomatis hasil rakitannya.

Dalam keseharian, Daffa lebih menyukai metode belajar berbasis praktik dibandingkan pembelajaran akademik formal. Hal ini terlihat dari berbagai eksperimen yang ia lakukan secara mandiri di rumah.

“Saya suka mencoba-coba sendiri, kalau lihat alat rusak ingin tahu bagaimana cara memperbaikinya,” ungkap Daffa.

Meski demikian, rasa ingin tahu yang tinggi juga membuatnya pernah bereksperimen membuat bubuk menyerupai mesiu dari bahan dapur, yang tentu memerlukan pengawasan orang tua.

Melihat potensi besar tersebut, orang tua Daffa kini berupaya mencari pola pendidikan yang lebih sesuai agar bakat anaknya dapat berkembang optimal.

Sempat khawatir dengan perkembangan sang anak, orang tua Daffa juga membawanya ke fasilitas kesehatan. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Daffa tergolong anak dengan kecerdasan di atas rata-rata, bukan mengalami gangguan perkembangan.

Dengan dukungan yang tepat, Daffa diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuannya dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya di bidang teknologi. (edo/im)