BOJONEGORO – Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan langsung oleh para pedagang makanan dan pelaku UMKM di Kabupaten Bojonegoro. Lonjakan harga di tingkat distributor hingga eceran membuat penjualan menjadi tidak stabil.
Sejumlah pedagang mengaku, harga dari pabrik atau supplier terus mengalami penyesuaian hampir setiap pekan. Kondisi ini memaksa mereka menaikkan harga jual, meski berdampak pada penurunan daya beli konsumen.
Tak sedikit pedagang plastik mengeluhkan turunnya omzet. Pelanggan, khususnya pelaku usaha kecil, mulai mengurangi pembelian atau beralih ke alternatif kemasan lain yang lebih murah.
Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh naiknya harga bahan baku serta terganggunya distribusi. Di sisi lain, plastik masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama untuk kemasan makanan dan minuman yang praktis.
Salah satu pedagang makanan, Tiyo, menyebut kenaikan harga plastik terjadi cukup drastis, bahkan hampir mencapai dua kali lipat.
“Harga plastik naik hampir dua kali lipat. Yang biasanya Rp6 ribu sekarang jadi Rp11 ribu per kemasan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, harga gelas plastik untuk minuman turut melonjak dari Rp8 ribu menjadi Rp16 ribu per pak hanya dalam beberapa hari terakhir.
“Baru dua hari ini naiknya terasa sekali, cukup memberatkan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Mimin, yang mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya akibat lonjakan harga plastik.
“Kalau harga plastik naik, otomatis berpengaruh ke jualan. Jadi mau tidak mau harga kue ikut dinaikkan,” ungkapnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan plastik di pasaran.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga produk di tingkat konsumen dan semakin membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. (edo/im)

