NGANJUK - Sekitar 100 kader Partai NasDem di Nganjuk menggelar aksi damai dengan melakukan long march menuju kantor DPD NasDem setempat. Massa membawa sejumlah poster berisi tuntutan dan langsung menggelar orasi di depan kantor partai.
Aksi ini dipicu oleh karikatur bergambar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang dimuat oleh Majalah Tempo. Para kader menilai karikatur tersebut mengandung unsur pelecehan terhadap partai.
Dalam orasinya, massa menyoroti tulisan “T-B-K” yang dinilai tidak pantas disematkan pada partai politik.
Ketua DPD NasDem Nganjuk, Ratna Wulandari, menegaskan bahwa partainya bukanlah perusahaan ataupun entitas bisnis.
“NasDem ini adalah partai politik, bukan perusahaan. Penulisan ‘T-B-K’ itu kami anggap sebagai bentuk pelecehan terhadap marwah partai,” tegas Ratna Wulandari.
Selain itu, pihaknya juga membantah isu yang menyebut adanya rencana merger antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Ia memastikan kabar tersebut tidak benar dan tidak pernah ada pembahasan terkait hal itu di internal partai.
“Kami tegaskan, tidak ada merger dengan partai manapun. Itu informasi yang tidak benar,” imbuhnya.
NasDem Nganjuk pun mendesak pihak Majalah Tempo untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak, mereka mengancam akan menempuh jalur hukum, baik melalui Dewan Pers maupun langkah hukum lainnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, dan massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan mereka. (syar/im)

