Iklan Beranda

Senin, 18 Mei 2026, 18:08 WIB
Last Updated 2026-05-19T08:10:47Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Anggota Komisi B DPRD Jatim Aulia Hany Mustikasari Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Pelatihan Menjahit


TUBAN - Suasana pelatihan menjahit pakaian dewasa di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban terlihat ramai dan penuh antusiasme. Puluhan peserta perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban tampak serius mengikuti setiap materi yang diberikan instruktur.

Dengan menggunakan mesin jahit dan peralatan yang telah disediakan, para peserta mempelajari berbagai teknik dasar menjahit. Materi yang diberikan meliputi pengenalan alat, pengukuran badan, pembuatan pola, hingga praktik menjahit pakaian dewasa.

Pelatihan berbasis kompetensi tersebut berlangsung mulai 28 April hingga 22 Juni 2026. Selama hampir dua bulan, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun usaha mandiri.

Program pelatihan ini mendapat dukungan dari anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari. Menurutnya, pelatihan keterampilan menjahit menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Keterampilan menjahit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri, apalagi kebutuhan jasa jahit dan produk fashion terus meningkat di masyarakat,” ujar Aulia Hany Mustikasari.

Selain keterampilan teknis, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai peluang usaha di bidang tata busana. Hal tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk membuka usaha sendiri setelah pelatihan selesai.

Aulia menambahkan, keterampilan menjahit dapat menjadi bekal penting bagi perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Pelatihan ini juga mendapat pendampingan dari Balai Latihan Kerja Bojonegoro. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha agar peserta memiliki kompetensi yang siap diterapkan.

Kasi Pengembangan dan Pemasaran BLK Bojonegoro, Ristanto, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan di wilayah pedesaan.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga peserta benar-benar memiliki kemampuan dasar menjahit yang bisa digunakan untuk dunia kerja maupun usaha mandiri,” jelas Ristanto.

Salah satu peserta pelatihan, Anna, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku sebelumnya belum memiliki kemampuan menjahit, namun kini menjadi lebih percaya diri setelah mendapatkan pelatihan.

“Saya jadi lebih percaya diri dan berencana membuka usaha jahit di rumah setelah mengikuti pelatihan ini,” ungkap Anna.

Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelatihan berlangsung. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan memiliki keterampilan, peluang kerja, dan kesempatan usaha mandiri.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan lahir sumber daya manusia yang lebih terampil, produktif, dan siap bersaing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa. (edo/im)