Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 28 Mei 2026, 15:34 WIB
Last Updated 2026-05-28T08:34:02Z
BojonegoroQurbanViewerViral

Jasa Pembakaran Kepala dan Kaki Hewan Kurban di Bojonegoro Kebanjiran Order saat Idul Adha


BOJONEGORO - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para penyedia jasa pembakaran kepala dan kaki hewan kurban di kawasan Pasar Kota Bojonegoro.

Sejak Kamis siang, lapak-lapak jasa pembakaran tampak ramai didatangi warga yang ingin membersihkan kepala maupun kaki sapi dan kambing setelah proses penyembelihan hewan kurban.

Mayoritas warga membawa bagian kepala dan kaki hewan untuk dibersihkan dari sisa bulu. Meski harus bekerja di tengah kepulan asap dan panas bara api, para penyedia jasa tetap sigap melayani antrean pelanggan.

Dengan peralatan sederhana seperti blower, pisau, kain pembersih, hingga bara api, para pekerja membersihkan bagian kepala dan kaki hewan agar siap diolah menjadi berbagai masakan.

Salah seorang penyedia jasa pembakaran, Eko Prasetyo, mengatakan momen Idul Adha menjadi waktu paling ramai bagi usaha musiman yang dijalankannya bersama keluarga.

“Kalau Idul Adha seperti ini memang paling ramai. Dalam sehari bisa hampir 50 bagian kepala maupun kaki yang kami kerjakan,” ujar Eko Prasetyo.

Menurut Eko, membersihkan kepala dan kaki hewan kurban membutuhkan tenaga dan keterampilan khusus agar bulu benar-benar hilang tanpa merusak kulit maupun daging.

Ia menjelaskan, durasi pengerjaan untuk setiap bagian hewan berkisar antara 20 hingga 45 menit, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.

“Yang paling penting itu proses pembakarannya harus pas supaya bulu bersih, tapi kulit dan dagingnya tidak rusak,” tambahnya.

Untuk tarif jasa, penyedia mematok harga bervariasi. Pembersihan kepala sapi dikenakan biaya Rp80 ribu per bagian, kepala kambing Rp25 ribu, sedangkan kaki sapi Rp15 ribu dan kaki kambing Rp10 ribu per bagian.

Ramainya jasa pembakaran tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat dalam mengolah bagian kepala dan kaki hewan kurban yang memerlukan penanganan khusus setelah penyembelihan Idul Adha. (edo/im)