TUBAN - Suasana ramai terlihat di Pasar Hewan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, pada Senin pagi. Menjelang Hari Raya Idul Adha, pasar hewan terbesar di wilayah tersebut diserbu pembeli hewan kurban dari berbagai daerah.
Transaksi jual beli sapi meningkat tajam, terutama untuk sapi jenis putih dan merah yang menjadi favorit pembeli. Tingginya permintaan membuat harga sapi kurban mengalami kenaikan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pasar Hewan Kerek menjadi tujuan favorit para pedagang dan pembeli karena lokasinya yang strategis di jalur perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Pembeli datang dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Brebes, Tasikmalaya, Lamongan hingga Bojonegoro untuk mencari sapi lokal Tuban yang dikenal memiliki kualitas daging baik.
Salah seorang pedagang asal Semanding, Erwanto, mengaku permintaan sapi menjelang Idul Adha tahun ini meningkat cukup signifikan.
“Pembeli dari luar kota mulai ramai datang sejak beberapa hari terakhir. Banyak yang mencari sapi siap kurban dengan ukuran besar,” ujar Erwanto.
Ia menyebut kenaikan harga terjadi karena tingginya permintaan, sementara stok sapi berkualitas terbatas.
“Untuk sapi yang bagus dan layak kirim ke luar daerah, harganya sekarang naik sekitar satu sampai dua juta rupiah per ekor,” tambahnya.
Sementara itu, Pengurus Pasar Hewan Kerek, Hanto, mengatakan dalam sepekan terakhir perputaran penjualan sapi meningkat hingga 80 persen dibanding hari biasa.
“Biasanya penjualan sekitar 300 ekor per hari, sekarang bisa mencapai 500 ekor,” jelas Hanto.
Menurutnya, rata-rata pembeli harus menyiapkan dana antara Rp20 juta hingga Rp25 juta untuk mendapatkan sapi kurban siap kirim ke luar kota.
Dengan tingginya minat pembeli dan terbatasnya pasokan, harga sapi kurban di Pasar Hewan Kerek diperkirakan masih akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha. (dzik/ito)

