Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Senin, 11 Mei 2026, 15:40 WIB
Last Updated 2026-05-11T08:40:52Z
Hukum | PeristiwaNgawiPojok PituViewerViral

Pelajar SMP di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Memancing di Bekas Tambang Galian


NGAWI - Seorang pelajar SMP bernama M. Maulana Akbar (14), warga Desa Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia akibat tenggelam saat memancing bersama teman-temannya di bekas galian tanah urug di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Sabtu petang.

Korban diketahui memancing bersama delapan rekannya sebelum akhirnya tenggelam di lokasi bekas galian yang memiliki kedalaman mencapai 7 hingga 8 meter.

Jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi warga setelah teman-teman korban meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.

Salah seorang warga, Sudarsono, mengaku mendapat informasi adanya anak tenggelam saat dirinya baru pulang bekerja. Ia kemudian bersama warga lain langsung melakukan pencarian di lokasi.

“Saya mendapat laporan ada anak tenggelam saat memancing. Setelah itu kami bersama warga langsung melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujar Sudarsono.

Menurutnya, lokasi tersebut merupakan bekas galian tanah urug yang cukup dalam dan kerap digunakan warga untuk memancing.

“Bekas galian itu kedalamannya sekitar tujuh sampai delapan meter, jadi memang cukup berbahaya,” tambahnya.

Sementara itu, teman korban, Bintang Rafa Roshadi, mengatakan peristiwa bermula saat salah satu teman mereka terpeleset ke dalam air. Korban kemudian berusaha menolong temannya tersebut.

“Awalnya korban menolong temannya yang terpeleset. Temannya berhasil diselamatkan, tapi korban malah tenggelam,” ungkap Bintang.

Setelah korban tenggelam, dirinya bersama teman-teman lain langsung mencari bantuan warga sekitar.

“Setelah itu kami langsung meminta tolong warga karena korban tidak muncul lagi ke permukaan,” lanjutnya.

Usai dievakuasi, jasad korban menjalani visum luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap lokasi bekas galian yang memiliki kedalaman dan risiko tinggi, terutama bagi anak-anak. (ito/im)