Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Sabtu, 30 Mei 2026, 14:34 WIB
Last Updated 2026-05-30T09:35:55Z
Hukum | PeristiwaTubanViewerViral

Keluarkan Asap Bau Gas, Gudang Milik PT Nesr Diprotes Warga Tuban


TUBAN - Kepulan asap putih pekat yang muncul dari area gudang PT NESR di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, memicu kepanikan warga setempat pada Jumat pagi.

Peristiwa tersebut sempat direkam oleh warga dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat asap putih keluar dari area perusahaan dan terbawa angin hingga menyebar ke lingkungan permukiman.

Warga mengaku khawatir karena asap tersebut masuk ke dalam rumah-rumah dan menimbulkan bau menyengat yang disebut menyerupai bau gas LPG.

Merasa terganggu dan khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan, sejumlah warga langsung mendatangi lokasi perusahaan untuk meminta aktivitas yang diduga menjadi sumber kepulan asap tersebut segera dihentikan.

Salah seorang warga, Dian Agus Dwi Setyanto, mengatakan bau yang ditimbulkan cukup menyengat sehingga membuat warga panik.

“Asapnya cukup tebal dan baunya menyengat seperti gas. Karena khawatir, warga langsung mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan,” ujar Dian Agus Dwi Setyanto.

Pasca kejadian, pihak perusahaan menjelaskan bahwa kepulan asap putih tersebut muncul saat berlangsung aktivitas transfer atau pemindahan gas nitrogen di area perusahaan.

Meski demikian, kejadian tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan dari masyarakat dan pemerintah desa terkait operasional perusahaan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Selogabus, Idrus, mengaku hingga saat ini pihak desa belum pernah menerima sosialisasi secara langsung terkait aktivitas perusahaan. Ia juga menyebut belum ada koordinasi yang memadai mengenai operasional perusahaan di lingkungan desa.

“Masyarakat berharap ada keterbukaan dan komunikasi yang lebih baik dari pihak perusahaan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga,” kata Idrus.

Selain persoalan kepulan asap, warga juga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional perusahaan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, terlebih lokasi gudang berada tidak jauh dari kawasan sekolah dan permukiman warga.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap operasional perusahaan guna memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan serta tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. (dzik/im)