NGAWI - Potensi komoditas tembakau di Kabupaten Ngawi dinilai cukup besar pada tahun 2026. Kondisi cuaca yang diperkirakan memasuki musim kemarau panjang disebut menjadi faktor pendukung meningkatnya produktivitas tanaman tembakau di wilayah tersebut.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, mengatakan target luas tanam tembakau tahun ini diperkirakan mencapai 2.000 hektare.
Dengan asumsi produktivitas rata-rata mencapai 1,8 ton per hektare, total hasil panen tembakau di Kabupaten Ngawi diperkirakan bisa mencapai sekitar 3.600 ton, bahkan berpotensi lebih tinggi apabila kondisi cuaca mendukung.
“Potensi panen tahun ini cukup besar. Dengan target tanam sekitar 2.000 hektare dan hasil rata-rata 1,8 ton per hektare, produksi tembakau bisa mencapai 3.600 ton atau bahkan lebih,” ujar Sojo.
Meski optimistis terhadap hasil produksi, APTI Ngawi menilai tantangan terbesar justru berada pada sektor pascapanen, khususnya terkait pemasaran hasil tembakau petani.
Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) untuk membantu membuka akses pasar dan menjembatani kerja sama dengan industri pengolahan tembakau.
Menurut Sojo, salah satu peluang yang saat ini tengah dijajaki adalah kerja sama dengan perusahaan yang siap menyerap hasil panen petani tembakau Ngawi.
“Yang paling penting adalah kepastian pasar setelah panen. Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu mencarikan mitra industri agar hasil panen petani terserap dengan baik,” tambahnya.
Ia menyebut salah satu perusahaan, PT Merabu, telah menyatakan kesiapan untuk menampung hasil panen tembakau dari lahan seluas sekitar 100 hektare di Kabupaten Ngawi.
Komoditas tembakau selama ini menjadi salah satu tanaman dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi petani. Harga tembakau rajangan kering di tingkat pasar dapat mencapai Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, bahkan lebih tergantung kualitas hasil panen.
Dengan potensi produksi yang besar dan harga jual yang menjanjikan, petani berharap sektor tembakau dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ngawi. (ito/im)

