KABAR APIK - Suasana Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, tampak berbeda pada Sabtu malam. Ribuan warga memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan Al Muhibbin Night Carnival 2026 yang digelar Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al Muhibbin.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Haflah Akhirussanah bagi santri kelas 9 Tsanawiyah dan kelas 12 Aliyah. Hadir dalam acara itu Camat Jatirogo Suherman beserta jajaran Forkopimcam Kecamatan Jatirogo.
Mengusung tema “Gema Nusantara, Merawat Tradisi, Menjaga Budaya, Menyemai Jati Diri Indonesia”, kegiatan ini menampilkan kreativitas para santri dalam mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
Gemerlap lampu dan berbagai atraksi budaya mewarnai jalanan Jatirogo. Arak-arakan dimulai dari halaman Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al Muhibbin, melintasi Masjid Ar Rohman Jatirogo hingga kawasan Polsek Jatirogo.
Ribuan penonton tampak antusias menyaksikan para peserta yang mengenakan beragam kostum dan atribut budaya hasil karya mandiri bersama para pembimbing.
Setelah menjalani persiapan selama satu bulan penuh, para santri berhasil menampilkan berbagai kreasi budaya yang memukau masyarakat. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya Indonesia.
Salah satu panitia, Wahyu Cahya, mengatakan seluruh persiapan dilakukan secara matang bersama para santri dan pembimbing.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga untuk memotivasi generasi muda agar lebih mencintai dan menjaga budaya Indonesia,” ungkap Wahyu Cahya kepada JTV.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al Muhibbin, Nuzulir Rohmah, menjelaskan pemilihan tema Gema Nusantara bertujuan agar para santri lebih mengenal budaya bangsa sendiri.
“Kami ingin para santri tetap mengenal identitas bangsanya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern,” jelas Nuzulir Rohmah kepada JTV (09/05/2026).
Ia juga berpesan agar generasi muda mampu berpikir global namun tetap memegang nilai budaya lokal dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute carnival menjadi bukti bahwa kegiatan bernuansa budaya masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Camat Jatirogo, Suherman, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Al Muhibbin Night Carnival dapat menjadi awal yang baik untuk menghadirkan agenda budaya tahunan di wilayah Jatirogo.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan diharapkan bisa terus dilaksanakan sebagai wadah kreativitas sekaligus pelestarian budaya daerah,” kata Suherman.
Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga ruang pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya generasi muda. (nat/im)

