TUBAN - Warga di sekitar Jalan Sawahan, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, digemparkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki pada Kamis pagi.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Erna Wati saat sedang berolahraga pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Menurut keterangan saksi, awalnya ia melihat sebuah tas berwarna abu-abu kombinasi merah muda (pink) yang berada di dalam warung milik Sulistiningsih. Karena merasa curiga, saksi kemudian memeriksa isi tas tersebut dan mendapati seorang bayi yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Temuan itu segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Rengel bersama Tim Inafis Polres Tuban yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan oleh Puskesmas Rengel bersama tim identifikasi kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi tersebut.
Namun, petugas mendapati tali pusar bayi masih dalam kondisi basah. Bayi laki-laki dengan berat badan sekitar 2,9 kilogram itu diperkirakan baru dilahirkan pada malam hari sebelum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen serta kemasukan air ketuban saat proses kelahiran.
"Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," ujar AKP Bobby Wirawan.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad bayi kemudian dievakuasi guna dilakukan visum et repertum. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi, berupa satu buah tas dan selembar kerudung berwarna cokelat muda.
Saat ini, kasus penemuan jasad bayi tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polres Tuban bersama Polsek Rengel. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.
Petugas juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan. (dzik/im)

