Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Selasa, 09 Juni 2026, 10:56 WIB
Last Updated 2026-06-09T03:56:37Z
Politik | PemerintahanTubanViewerViral

Perdana! 350 Pelajar SMK & SMP Matholi’ul Anwar Rengel Terima Makan Bergizi Gratis


TUBAN – Ratusan siswa di SMP Plus dan SMK Matholi’ul Anwar, Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, akhirnya merasakan langsung dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (8/6/2026) siang.

Sebanyak 350 pelajar menerima penyaluran makanan sehat untuk pertama kalinya sejak program andalan Presiden Prabowo Subianto ini bergulir pada awal 2025. Penyaluran perdana di sekolah berbasis pesantren ini berjalan lancar seiring resminya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maibit 2.

Kepala SPPG Maibit 2 Rengel, Akramullah, memaparkan bahwa distribusi perdana ini menyasar dua kelompok besar penerima manfaat (PM), yaitu sektor pendidikan dan kelompok kesehatan keluarga.
Dari total 1.013 paket yang disalurkan, rinciannya adalah:

• 555 paket untuk peserta didik di dua lembaga pendidikan berbasis pesantren.
• 508 paket (Kelompok 3B) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Maibit, Sumberjo, dan Kebonagung.

"Alhamdulillah, distribusi hari ini berjalan lancar. Ini bukan sekadar soal makan, tetapi yang paling utama adalah pemenuhan gizinya sampai kepada penerima manfaat," tegas Akramullah.

Ia menjamin seluruh proses produksi di dapurnya menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat terkait higienitas dan pemenuhan nutrisi.

Kehadiran menu sehat ini langsung disambut gembira oleh para siswa yang baru saja menyelesaikan ujian. Farihatul Kamalia (16), siswi kelas X SMK Matholi’ul Anwar, mengaku sangat bersyukur karena program yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terealisasi.

“Suka sekali, adanya MBG bisa menghemat uang jajan. Semoga program ini terus bermanfaat bagi seluruh siswa atau santri di sekolah Matholi’ul Anwar,” ungkapnya.

Rasa syukur senada juga disampaikan oleh Kepala SMK Matholi’ul Anwar, Muh. Khoirul Amin. Dirinya gembira karena 350 peserta didiknya kini bisa mendapatkan jaminan makan siang bergizi secara gratis.

Kendati mendukung penuh, Khoirul Amin memberikan usulan taktis terkait jam distribusi agar program ini tetap berjalan beriringan dengan ekonomi lokal, khususnya kantin sekolah.

"Kami mengusulkan jadwal distribusi digeser agak siang, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Dengan begitu, pada pagi hari anak-anak masih bisa jajan dan meramaikan kantin sekolah. Semoga skema jadwal ini bisa berjalan dengan baik," pungkasnya (dzi/*)