TUBAN - Keberadaan tiga ekor rusa timor yang masih berkeliaran di area persawahan Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, membuat para petani resah. Selain dikhawatirkan merusak tanaman, warga juga mengaku waswas saat beraktivitas di sawah maupun ladang.
Tiga rusa tersebut diduga merupakan satwa yang lepas dari area penangkaran di lingkungan Fuel Terminal Tuban milik PT Pertamina Patra Niaga sekitar satu bulan lalu. Hingga kini, ketiga rusa yang merupakan satwa dilindungi itu masih belum berhasil dievakuasi.
Dalam sebuah video amatir yang beredar, terlihat seorang petani menunjukkan tanaman bawang miliknya yang mengalami kerusakan diduga akibat terinjak rusa. Di sekitar lahan pertanian juga ditemukan sejumlah jejak kaki yang diduga berasal dari satwa tersebut.
Warga mengaku beberapa kali melihat ketiga rusa muncul menjelang sore hari. Meski demikian, mereka memilih tidak mengejar maupun menangkap satwa tersebut karena mengetahui rusa timor merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.
Salah seorang petani, Dony, berharap instansi terkait segera melakukan evakuasi agar rusa dapat dikembalikan ke habitat penangkarannya dan tidak lagi merusak lahan pertanian warga.
"Kami berharap rusa-rusa ini segera dievakuasi. Selain agar tanaman tidak terus rusak, warga juga bisa kembali beraktivitas di sawah dengan rasa aman," ujar Dony.
Keberadaan rusa yang masih berkeliaran dinilai berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani. Selain menyebabkan kerusakan tanaman, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani yang setiap hari bekerja di area persawahan.
Hingga saat ini, ketiga rusa timor tersebut masih belum berhasil dievakuasi. Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah penanganan agar satwa dilindungi tersebut dapat dikembalikan ke penangkaran dengan aman, sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar bagi petani maupun potensi risiko terhadap keselamatan warga. (dzik/im)

