Iklan Beranda

Sketsa Bengawan
Kamis, 23 Juli 2026, 13:17 WIB
Last Updated 2026-07-23T06:37:17Z
BojonegoroPolitik | PemerintahanViewerViral

Bojonegoro Terima DBH SDA Rp188,4 Miliar, Sektor Migas Masih Jadi Penyumbang Terbesar


BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) dari pemerintah pusat sebesar Rp188.456.164.000 pada 21 Juli 2026. Sebagian besar dana tersebut berasal dari sektor minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini menjadi penopang utama penerimaan daerah dari transfer pemerintah pusat.

Berdasarkan rincian penyaluran, alokasi terbesar berasal dari DBH minyak bumi sebesar Rp183.930.102.000. Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga menerima DBH gas bumi sebesar Rp4.275.682.000, DBH mineral dan batu bara sebesar Rp199.898.000, serta DBH sektor perikanan sebesar Rp50.481.000.

Dengan penyaluran tersebut, total DBH SDA yang telah masuk ke kas daerah hingga Juli 2026 mencapai Rp565.625.237.000, atau 59,99 persen dari total alokasi dalam APBN sebesar Rp942.908.863.000. Sementara itu, dana yang masih menunggu penyaluran tercatat sebesar Rp377.283.626.000.

Selain Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah menerima Dana Bagi Hasil Pajak sebesar Rp143.558.067.000. Nilai tersebut setara 39,12 persen dari total alokasi sebesar Rp366.950.205.000.

Sementara itu, penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) telah mencapai Rp22.554.105.000, atau sekitar 35 persen dari total pagu sebesar Rp64.440.300.000.

Secara keseluruhan, hingga Juli 2026 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menerima dana transfer Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp709.183.304.000 dari total alokasi Rp1.309.859.068.000. Dengan demikian, realisasi penyaluran telah mencapai 54,14 persen, sedangkan dana yang masih menunggu penyaluran sebesar Rp600.675.764.000.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, mengatakan sektor minyak dan gas bumi masih menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran Dana Bagi Hasil ke Kabupaten Bojonegoro.

"Sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar Dana Bagi Hasil yang diterima Kabupaten Bojonegoro. Penyaluran ini merupakan bagian dari pelaksanaan transfer ke daerah yang diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Teguh Ratno Sukarno.

Besarnya kontribusi sektor migas menunjukkan bahwa Bojonegoro masih menjadi salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi utama di Indonesia. Dana transfer tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Bojonegoro. (edo/im)