NGANJUK - Sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk mengikuti tahapan pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Alun-Alun Nganjuk, Selasa (14/7/2026).
Peserta terdiri dari 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 20 siswa jenjang SD. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari persiapan sebelum para siswa mulai mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes kebugaran, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium. Seluruh layanan diberikan secara gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Tien Farida Yani, mengatakan pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik sejak awal sehingga apabila ditemukan gangguan kesehatan dapat segera ditangani.
"Melalui pemeriksaan kesehatan ini kami ingin mengetahui kondisi kesehatan para calon siswa sejak dini. Dengan begitu, apabila ada masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti agar proses belajar mengajar nantinya dapat berjalan dengan lancar," ujar Tien Farida Yani.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kementerian Sosial RI, Adrianus Alla, menjelaskan bahwa seluruh peserta didik Sekolah Rakyat akan memperoleh berbagai fasilitas pendidikan dan kebutuhan sehari-hari yang disediakan oleh pemerintah.
"Seluruh siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas yang disiapkan oleh negara, mulai dari makan tiga kali sehari, dua kali makanan selingan (snack), seragam, sepatu, hingga buku pelajaran. Semua kebutuhan dasar selama mengikuti pendidikan telah dipersiapkan pemerintah," kata Adrianus Alla.
Ia menambahkan, para siswa dijadwalkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026 sebagai awal dimulainya kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Nganjuk menjadi salah satu Sekolah Rakyat permanen yang telah siap beroperasi. Keberadaannya merupakan bagian dari 93 Sekolah Rakyat permanen yang telah beroperasional di Indonesia, dari total 166 Sekolah Rakyat rintisan yang dikembangkan pemerintah.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan menyediakan layanan pendidikan berasrama yang dilengkapi fasilitas belajar, kebutuhan hidup, serta pendampingan secara menyeluruh. (syar/im)

