NGANJUK - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Kereta Api Logawa, truk boks ekspedisi, dan sebuah sepeda motor terjadi di perlintasan sebidang berpalang pintu Jalur Nasional, tepatnya di JPL 103 Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi di lokasi, Kereta Api Logawa yang melayani rute Purwakarta–Ketapang melintas dari arah Surabaya menuju Purwokerto saat hendak melewati perlintasan sebidang di JPL 103. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk boks ekspedisi melintas di jalur rel sehingga tabrakan dengan kereta api tidak dapat dihindari.
Benturan keras tersebut menyebabkan truk mengalami kerusakan parah. Selain itu, seorang pengendara sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak dalam kecelakaan tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga palang pintu perlintasan terlambat ditutup sehingga kendaraan masih sempat melintas saat kereta api mendekat. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk berinisial TNA dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara DJN, pengendara sepeda motor, mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan, mengatakan bahwa saat ini kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengurai kepadatan arus lalu lintas akibat insiden tersebut.
"Prioritas kami saat ini adalah melakukan penanganan di lokasi kejadian, mengevakuasi kendaraan yang terlibat, serta melancarkan arus lalu lintas agar kemacetan dapat segera terurai. Untuk penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," ujar Ipda Wahby Irfan.
Sementara itu, Humas Daop 7 Madiun, Tohari, melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan bahwa pihak PT KAI masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan di perlintasan tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses investigasi selesai," kata Tohari melalui pesan WhatsApp.
Petugas kepolisian bersama pihak PT KAI dan instansi terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan para saksi guna memastikan penyebab kecelakaan. Sementara proses evakuasi kendaraan yang terlibat dilakukan agar perjalanan kereta api maupun arus lalu lintas di jalur nasional dapat kembali normal. (syar/im)

