BOJONEGORO - Kebakaran melanda dapur rumah milik seorang petani di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat pagi. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke seluruh bangunan rumah.
Peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB di rumah milik Tamijan (66), warga RT 06 RW 01, Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Sukip, yang melihat kobaran api muncul dari bagian dapur rumah. Menyadari adanya kebakaran, ia segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan menghubungi perangkat desa untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar lima menit sehingga tidak sempat menjalar ke bagian rumah lainnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga berasal dari kompor yang masih menyala usai digunakan memasak oleh Warsinah, istri korban. Kompor tersebut diduga lupa dimatikan ketika ditinggal pergi ke warung, sementara Tamijan saat itu sedang keluar rumah untuk membeli keperluan pertanian.
Api kemudian menyambar material dapur yang sebagian besar berbahan kayu dan berdinding anyaman bambu. Akibatnya, sebagian dapur berukuran sekitar 8 x 10 meter mengalami kerusakan akibat terbakar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian akibat kompor yang masih menyala saat rumah ditinggalkan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan para saksi, kebakaran diduga dipicu kompor yang masih menyala setelah digunakan memasak. Beruntung petugas dapat segera mengendalikan api sehingga tidak merambat ke seluruh bangunan rumah," ujar Ahmad Agus Salim.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pemilik rumah mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Petugas mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kompor dan peralatan memasak dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama pada bangunan yang masih didominasi material mudah terbakar seperti kayu dan anyaman bambu. (edo/im)

